Sabtu, 1 Agustus 2020 Mazmur 131:1-9 MENYERAH Massorongan
Sabtu, 1 Agustus 2020 Mazmur 131:1-9
MENYERAH
Massorongan
Pernahkah anda merasa sampai pada titik menyerah dalam perjalanan hidup anda? apakah alasan anda menyerah? memang secara manusiawi ada banyak hal dan alasan untuk membuat kita menyerah baik secara fisik maupun rohani dan itu membuktikan realitas manusia yang terbatas.
Daud adalah raja perang dan pantang baginya untuk menyerah kepada musuhnya. Namun pada sisi lain mazmur ini menggambarkan pribadi Daud dalam relasinya dengan Tuhan. Pengakuannya tentang Allah yang mahatinggi membuatnya mampu mengakui keterbatasannya. Pengakuan ini memampukan Daud dapat menikmati hidup tenang. “Seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, demikian Daud menggambarkan ketenangan yang dialaminya. Daud menyaksikan pengalaman imannya dan menyerukan hal yang sama kepada umat-Nya: “Berharaplah kepada TUHAN hai Israel dari sekarang sampai selama-lamanya.” (ay.3).
Sebagai orang-orang yang telah ditanggung dan ditebus-Nya, sepatutnya kita senantiasa menyerahkan hidup kita ke dalam kasih dan keadilan-Nya dan itu hanya dapat dilakukan ketika kita menyadari diri kita di hadapan-Nya sebagaimana manusia yang penuh keterbatasan. Oleh karena itu, hendaknya orang percaya memperhatikan hal ini: “Tuhan, aku tidak tinggi hati dan tidak memandang dengan sombong, aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.” (ay.1). Jangan pernah menyerah, kalau ada alasan menyerah maka hanya ada satu, yaitu “Menyerah kepada Tuhan”. Amin
Diposting tanggal 28 Jul 2020
