Bahan Khotbah Minggu ke-31, Tanggal 2 Agustus 2020 Bulan Aksi Pangiu` TERTOLONG KARENA ANUGERAH-NYA Makarimman belanna Kamasokananna Puang
Bahan Khotbah Minggu ke-31 Tanggal 2 Agustus 2020
Bulan Aksi Pangiu`
TERTOLONG KARENA ANUGERAH-NYA
Makarimman belanna Kamasokananna Puang
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 17:1-7 |
| Bacaan 1 | : Kejadian 32:22-32 (Bahan Utama) |
| Bacaan 2 | : Roma 9:1-5 |
| Bacaan 3 | : Matius 14:13-21 |
| Nas Persembahan | : Mazmur 107:21-22 |
| Petunjuk Hidup Baru | : Mikha 6:8 |
Tujuan:
1. Jemaat memahami bahwa perjalanan kehidupan adalah anugerah Allah
2. Jemaat menyadari pentingnya meneruskan anugerah Allah kepada orang lain
Pemahaman Teks
Mazmur 17:1-7 menggambarkan ratapan pemazmur karena sedang dikejar-kejar oleh musuh yang tak mengenal belas kasihan. Dalam keadaan seperti itu pemazmur memohon kepada Allah agar sekiranya mungkin Allah mendengar seruannya dan bertindak menghakimi musuh pemazmur dengan menyatakan kasih setia-Nya.
Kejadian 32:22-32 menceritakan kisah Yakub yang beradu kekuatan dengan seorang laki-laki yang tidak dikenalnya. Yakub sadar bahwa orang itu memiliki kemampuan yang luar biasa. Itulah sebabnya Yakub memohon berkat dari padanya, sehingga akhir dari pertarungan tersebut Yakub memperoleh tiga pengalaman yaitu: nama baru, pangkal paha yang sakit, dan pemberian berkat.
Roma 9:1-5 mengisahkan kekecewaan Paulus terhadap orang Israel, sebagai bangsa pilihan Allah yang tidak menjaga keistimewaan keterpilihan dengan percaya kepada Yesus Kristus. Terhadap sebangsanya kaum Yahudi, Paulus bahkan menegaskan akan rela menanggung keterkutukan demi keselamatan orang-orang yang sangat ia kasihi (ay.3). Sebab mereka adalah orang Israel yang telah diangkat menjadi anak dan telah menerima kemuliaan serta perjanjian-perjanjian dan hukum Taurat (ay.4).
Matius 14:13-21 menceritakan tentang Yesus yang tergerak hatinya oleh belas kasihan karena melihat orang banyak, sehingga kemudian membuat Yesus sendiri bertindak menyembuhkan dan memberi makan lima ribu orang dengan berbekal 2 ekor ikan dan 5 roti.
Korelasi dari keempat bacaan menunjukkan bahwa Tuhan itu maha kuasa dan penuh kasih. Hal itulah yang membuat pemazmur terus berseru pada Tuhan, seperti Yakub yang mendesak untuk diberi berkat oleh lawan bergulatnya. Paulus juga menegaskan bahwa anugerah keselamatan telah dinyatakan kepada bangsa Israel melalui kedatangan Yesus, tetapi ternyata mereka menolak Yesus. Dalam tugas pelayanannya, Yesus selalu menunujukkan anugerah dan belas kasih-Nya, antara lain dengan menyembuhkan segala penyakit termasuk ketika Yesus memberi makan lima ribu orang hanya dengan dua ikan dan lima potong roti.
Garis Besar Khotbah
- Kejadian 32:22-31 menggambarkan kisah Yakub yang sedang bergulat dengan seseorang yang tidak dikenalnya. Dalam pergulatan itu Yakub sadar bahwa orang yang tidak dikenalnya itu ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa, hingga pada akhirnya Yakub meminta berkat dari orang tersebut (ay.26). Pada sisi tertentu, orang yang tidak jelas identitasnya itu adalah orang yang memiliki kuasa oleh karena ia dapat bertindak mengubah nama Yakub menjadi Israel, sedangkan namanya sendiri tetap menjadi rahasia bagi Yakub. Nama Yakub yang sebelumnya berarti orang yang mencari cara untuk mengambil posisi orang lain, diubah oleh Orang itu menjadi Israel yang artinya: Allah bergumul (Kej. 32:28).
- Nama yang diperoleh oleh Yakub menggambarkan pergumulannya dengan Allah serta keinginannya yang kuat untuk mendapatkan berkat. Sedangkan pangkal paha yang sakit dapat memberi gambaran, bahwa Yakub tidak lagi akan berjalan mengandalkan kekuatan fisiknya sendiri, tetapi selanjutnya akan berjalan berdasarkan kekuatan rohaninya kepada Allah. Berkat yang ia peroleh juga menggambarkan bahwa kelanjutan kehidupannya akan tetap bersumber dan berlanjut dalam perwujudan anugerah Allah semata.
- Yakub yang sebelumnya mengandalkan kekuatan dirinya, kini beralih mengandalkan kekuatan dari Allah sebab berkat yang ia peroleh dari orang tersebut menandakan bahwa Yakub tergantung kepada orang itu. Karena itulah Yakub berharap agar sekiranya mungkin Allah tidak berhenti menyertai Yakub dalam kehidupannya, karena berkat dan kekuatan yang diperolehnya bukanlah upaya dan kemenangan Yakub, melainkan anugerah dari orang yang bergulat dengan Yakub. Di sini kita dapat mengingat perumpamaan Tuhan Yesus dalam Matius 14:13-21 yang menceriterakan tentang Yesus yang tergerak hatinya oleh belas kasihan melihat orang banyak, sehingga Yesus pun bertindak menyembuhkan dan memberi makan lima ribu orang sekalipun hanya dengan modal 2 ekor ikan dan 5 potong roti. Melalui ceritera tersebut kita dapat memperoleh gambaran bahwa jika Yakub memperoleh berkat melalui anugerah dari orang yang dianggapnya kuat, maka orang banyak dalam kisah Yesus dapat menjadi kenyang karena belas kasihan dari Yesus.
- Terkait dengan anugerah dan belas kasihan dari Allah, maka Roma 9:4-5 menjelaskan bahwa sebagai pribadi yang telah diubahkan oleh anugerah Kristus, Paulus memahami bahwa meski Israel bukanlah bangsa yang bersih dari dosa, namun Allah telah menyatakan anugerah-Nya kepada mereka (ay. 4-5). Untuk hal tersebut Paulus mengingatkan warga jemaat di Roma, bahwa anak-anak Allah bukanlah anak-anak daging, tetapi anak-anak perjanjian. Karena itulah Paulus menegaskan bahwa keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan karena belas kasih-Nya semata. Dalam hal permohonan kasih karunia, pemazmur berseru kepada Allah memohon belas kasihan ketika menghadapi tekanan kehidupan. Kepada Allah pemazmur menyampaikan, “Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, sebab Engkau yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak” (bnd. Mazmur 17:7).
- Yakub adalah orang yang dipilih oleh Allah untuk meneruskan janji Allah kepada Abraham guna menjadi bangsa yang besar. Dalam kelanjutan kisah itulah, Yakub mengasingkan diri meminta bantuan dari Allah terkait persoalannya dengan Esau. Allah pun melihat kesungguhan hati Yakub, sehingga kepadanya Allah memberi berkat dan mengubah nama Yakub menjadi Israel. Dengan jaminan berkat itulah Yakub merasa tenang menghadapi perjumpaannya dengan Esau.
- Bangsa Israel telah mendapatkan berbagai keistimewaan dan berkat dari Allah, misalnya telah diangkat menjadi anak, menerima kemuliaan dan janji-janji Allah dan Hukum Taurat, bahkan dari padanya Allah turun sebagai Mesias. Hal inilah yang membuat Paulus sangat prihatin. Sebagai bangsa yang diistimewakan dalam anugerah, bangsa Israel justru hidup tidak setia di hadapan Allah.
Pokok-Pokok yang dapat dikembangkan.
- Pemazmur yakin dapat tertolong dari kejaran musuh hanya karena anugerah Allah semata, seperti Yakub yang menerima anugerah berupa berkat dan pergantian nama setelah bergulat hingga fajar. Dalam pandangan Paulus, keistimewaan bangsa Israel sebagai bangsa pilihan hanya boleh terjadi karena anugerah Allah, walaupun dalam keterpilihan itu bangsa Israel sering tidak memelihara martabatnya sebagai bangsa yang diistimewakan. Yesus telah menyatakan anugerah-Nya kepada semua orang ketika Ia menyembuhkan yang sakit serta memberi makan lebih 5000 orang hanya dengan lima potong roti dan dua ekor ikan.
- Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, kita harus menumbuhkan kesadaran bahwa perjalanan kehidupan kita tidak akan berarti tanpa pertolongan dan anugerah Tuhan. Mungkin kita bangga dengan kekuatan fisik, kekuatan ekonomi dan jabatan yang kita miliki. Tetapi kita harus sadar bahwa semunaya itu dapat kita sandang hanya karena anugerah-Nya. Memang jika hidup kita tidak berpusat pada Allah, maka sesungguhnya kita pun tidak dapat menghargai anugerah Allah yang telah kita nikmati. Karena itu kita dapat belajar bahwa jika sebelumnya Yakub kuatir bahkan mengandalkan kekuatannya sendiri, maka kini Yakub tidak lagi hidup berpusat pada dirinya sendiri. Ia bahkan tidak lagi mengandalkan kekuatan manusia, sebab Tuhan-lah yang kini menjadi pusat dalam melanjutkan kehidupannya melalui berkat yang ia telah terima dari “malaikat Tuhan” yang telah bergulat bersamanya.
- Pemazmur tertolong hanya dengan mengandalkan anugerah Tuhan, seperti Yakub yang tertolong dan berganti nama juga karena anugerah dari Allah. Sebagai bangsa yang dianugerahi keistimewaan dalam keterpilihan, Israel diberi kesempatan untuk menjadi berkat bagi semua dan merambatkan anugerah Allah, tetapi mereka masih menyalah-gunakannya. Hal itulah yang membuat Paulus merasa prihatin oleh karena bangsa Israel yang seharusnya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa dalam melanjutkan anugerah Allah, justru tidak mengindahkan anugerah Allah tersebut dengan merasa diri sebagai satu-satunya pemilik anugerah Allah.
- Sebagai orang-orang yang telah menerima anugerah keselamatan dari Yesus, kita pun diberi kesempatan untuk selalu menghidupi anugerah keselamatan dari Yesus demi melanjutkan misi keselamatan bagi semua orang. Janganlah seperti bangsa Israel yang merasa bangga sebagai bangsa pilihan tetapi tidak menghidupi dan tidak menjadi berkat keselamatan untuk meneruskan janji Allah kepada Abraham. Itulah yang menjadi sasaran dalam suratnya kepada jemaat di Roma. Mereka hendaknya tidak lupa untuk meneruskan janji keselamatan dari Allah bagi semua bangsa.
- Dalam Yesus, anugerah keselamatan telah dinyatakan. Semua itu terjadi hanya karena belas kasihan Allah. Yesus pun telah menyatakan anugerah-Nya kepada semua orang ketika ia menyembuhkan yang sakit serta menyatakan belas kasih-Nya dengan memberi makan bagi lebih 5000 orang hanya dengan dua ikan dan lima potong roti, sehingga dengan mujizat tersebut orang banyak itu dapat tertolong dari kelaparan.
Diposting tanggal 28 Jul 2020
