Selasa, 28 Juli 2020 Mazmur 65:1-14 BERSYUKUR Ma`kurresumanga
Selasa, 28 Juli 2020 Mazmur 65:1-14
BERSYUKUR
Ma`kurresumanga
Sebagai seorang pendeta, yang sudah dua puluh tahun melayani, seingat saya baru satu kali diminta berdoa syukur atas seseorang yang tidak lolos CPNS. Beliau menyampaikan: “Pendeta, saya bersyukur tidak lolos, karena saya yakin ada rencana Tuhan dalam hidup dan keluarga saya. Saya belum lolos, karena tentu ada yang lebih membutuhkan, mohon didoakan.”
Pemazmur memahami segala sesuatu yang dialaminya sebagai campur tangan Allah. Dengan perspektif iman yang demikian, rasa dan tindakan syukurnya bukan semata-mata didasarkan pada capaian-capaian keinginannya, melainkan bersyukur sudah menjadi tabiatnya. Menarik sekali jika dalam mazmur ini kalimat-kalimat syukur Daud bukan seperti biasanya yang kita lakukan dan dengar dari kesaksian orang lain, misalnya: “Saya bersyukur karena Tuhan sudah…”. Nyanyian syukur pemazmur dalam pasal ini diawali dengan kata kepada-Mulah. Pemazmur tidak bertolak dari kondisi perasaan gembiranya lalu bersyukur, melainkan karena pengertiannya akan kasih Allah yang berlaku menyeluruh bagi semua yang diciptakan-Nya. Perbuatan-perbuatan Tuhanlah yang menjadi alasan pemazmur bersyukur.
“Mengucap syukurlah dalam segala hal!” (1 Tes.5:18) Mengapa? “Karena itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”. Dengan bertabiatkan syukur, orang-orang percaya pasti dimampukan bersukacita dalam segala perkara. Mengapa? sebab perasaan dan pikirannya tidak lagi dikendalikan oleh situasi dan kondisi tetapi dikendalikan oleh iman kepada Tuhan. Roh akan selalu memimpinnya melihat dan memahami rencana dan tujuan Allah dalam hidupnya. Amin
Diposting tanggal 23 Jul 2020
