Kamis, 31 Januari 2019 Kisah Para Rasul 10:44-48 HOMO HOMINI SOCIUS Tae’ anna Tuo Misa tu Tolino
Kamis, 31 Januari 2019 Kisah Para Rasul 10:44-48
HOMO HOMINI SOCIUS
Tae’ anna Tuo Misa tu Tolino
“Homo homini socius”, sebuah istilah Latin yang artinya, manusia adalah rekan atau teman bagi sesamanya. Istilah ini diutarakan oleh seorang yang bernama Adam Smith. Inti dari pemikiran ini adalah, bahwa manusia akan butuh orang lain dalam hidupnya untuk berinteraksi.
Peristiwa turunnya Roh Kudus seperti yang dikisahkan pada bagian ini tepat dinamakan ‘Pentakosta dunia orang-orang non-Yahudi’. Sebuah peristiwa yang membuat orang-orang bersunat (orang percaya keturunan Yahudi) menjadi tercengang-cengang karena melihat betapa karunia Roh Kudus dicurahkan atas bangsa-bangsa lain juga. Hanya tindakan Allah secara langsung yang membuat hal itu terjadi. Hal itu membuka mata iman mereka untuk melihat orang lain sebagai sesama mereka dan sekaligus meruntuhkan tembok pemisah seperti yang sudah diruntuhkan oleh Yesus Kristus. Pada akhirnya, Rasul Petrus pun tanpa ragu memaklumkan baptisan kepada orang-orang tersebut.
Kisah Petrus dan Kornelius ini mengajarkan kita, bahwa kita sering membuat tembok-tembok pemisah dengan sesama kita, hingga relasi menjadi renggang hanya karena kita berbeda pendapat, golongan, daerah dan beragam identitas lainnya. Yesus Kristus sendiri telah mengajarkan kita bagaimana menjadi sesama bagi orang lain. Ia mati bagi seluruh dunia dan bukan hanya bagi sekelompok orang saja. PengorbananNya diperuntukkan bagi semua, yakni semua orang yang mau membuka hati merespon petunjuk Tuhan melalui FirmanNya. Oleh sebab itu, kita hendaknya pula bisa membangun kebersamaan dengan semua orang tanpa kecuali. Sekat-sekat perbedaan yang sesungguhnya telah diruntuhkan, hendaknya tidak lagi mewarnai hidup kita bersama.
Diposting tanggal 29 Jan 2019
