Jumat, 12 April 2019 Yesaya 54:7-10 SEKALIPUN GUNUNG BERANJAK Moi anna tiberu tu Buntu
Jumat, 12 April 2019 Yesaya 54:7-10
SEKALIPUN GUNUNG BERANJAK
Moi anna tiberu tu Buntu
Bencana alam yang melanda daerah Sulawesi Tengah pada akhir September 2018, masih menyisahkan duka yang mendalam. Gempa bumi yang berpusat di daerah Donggala yang mengakibatkan gelombang tsunami juga melanda kota Palu hingga menelan begitu banyak korban. Fenomena lain yang banyak menjadi perbincangan adalah fenomena likuifaksi. Fenomena tanah bergerak. Tanah menjadi seperti mencair sehingga bergerak atau berpindah tempat. Akibatnya sangat mengerihkan. Rumah sudah berpindah tempat bahkan tidak sedikit yang tertimbun tanah bagaikan ditelan bumi.
Semenjak peristiwa bencana alam tersebut, banyak orang yang bergumam mengatakan mungkin bumi ini sudah tua. Sehingga bumi seperti mengangakan mulutnya dan menelan apa yang ada di permukaannya. Tetapi kita teringat pada firman Tuhan yang tercatat dalam Yesaya 54: “Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu” (ay. 10). Sebuah perjanjian damai yang ditegaskan ulang kepada Sion. Sehebat bagaimanapun kemalangan yang menimpa Sion, namun kasih setia Tuhan tidak akan berlalu daripadanya.
Bencana alam membawa dampak yang mengakibatkan trauma yang berkepanjangan. Tetapi bencana yang jauh lebih mengerikan lagi ialah apabila kasih setia Tuhan meninggalkan manusia. Bukankah hidup manusia hanya dapat berlangsung dalam anugerah kasih setia-Nya? Tidak ada sesuatu pun dapat diraih dan dibanggakan manusia jika tanpa campur tangan Tuhan. Namun, syukurlah Firman Tuhan mengatakan: biarpun gunung beranjak, kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu. Itu saja yang menjadi harapan kita. Amin!
Diposting tanggal 11 Apr 2019
