Minggu, 31 Maret 2019 Wahyu 19:1-5 MANUSIA BUTUH KEPASTIAN Naparallui to lino tu Kamanassan
Minggu, 31 Maret 2019 Wahyu 19:1-5
MANUSIA BUTUH KEPASTIAN
Naparallui to lino tu Kamanassan
Masa depan adalah sesuatu yang dirindukan banyak orang. Itulah sebabnya tidak sedikit orang yang akhirnya mempersiapkan diri untuk menyambutnya karena mereka melihat peluang yang dianggap menjanjikan di masa itu. Tetapi tidak sedikit pula orang yang justru takut menyambut masa yang ada di depannya karena ia merasa bahwa dirinya akan mengalami masalah kehidupan yang dapat saja membebani dirinya.
Bagian dari penglihatan Rasul Yohanes di Pulau Patmos, dimulai dengan penyataan keselamatan dan kemuliaan serta kekuasaan yang ada pada Allah (ay. 1). Artinya, Allah tetap menyatakan kasih-Nya dengan melepaskan manusia dari dosa dan memberikan keselamatan kepada orang yang percaya. Sebaliknya Ia akan menghakimi pelacur yang menunjuk kepada kekuasaan Romawi yang saat itu dipenuhi oleh kejahatan. Bahkan akan menghukum mereka karena tindakan pembunuhan kepada para umat Tuhan. Atas perbuatan Allah yang menyelamatkan itu maka umat-Nya bersorak dan menyatakan pujian dan syukur kepada Allah (ay. 3-5). Kedua puluh empat tua-tua yang melambangkan 12 suku Isrel dan 12 murid Yesus yang secara bersama mewakili atau melambangkan semua orang percaya, semua yang kecil dan besar memuji dan menyembah Tuhan (ay. 5).
Melalui Yohanes Allah telah memperlihatkan apa yang akan terjadi pada akhir zaman. Penglihatan itu menjelaskan bahwa orang yang berdosa akan dihukum, sedangkan orang benar akan diselamatkan. Pilihannya ada pada setiap manusia, apakah dirinya tetap berkanjang dalam dosa atau mengubah haluannya untuk berada dalam kasih karunia Allah. Karena itu, selagi masih ada waktu lakukan yang benar, dan tinggalkan yang jahat. Amin.
Diposting tanggal 26 Mar 2019
