Kamis, 28 Maret 2019 2 Korintus 4:16-5:5 PENDERITAAN MENDEWASA IMAN Kamaparrisan Umpamatona’ Kapatonganan
Kamis, 28 Maret 2019 2 Korintus 4:16-5:5
PENDERITAAN MENDEWASAKAN IMAN
Kamaparrisan Umpamatona’ Kapatonganan
Orang yang percaya kepada Tuhan hidup dalam penderitaan? Sepertinya sesuatu yang tidak masuk akal. Bukankah Tuhan sayang kepada umat-Nya? Seharusnya Dia membebaskan dari penderitaan dan kesukaran hidup. Jika orang percaya tetap menderita, memiliki banyak beban dan pergumulan, apa untungnya hidup percaya dan taat kepada Tuhan?
Secara naluri tidak ada manusia yang menyukai penderitaan dan kesukaran. Jika itu terjadi, setiap manusia berusaha untuk menghindari dan kalau tidak mampu, pasti akan berada dalam keadaan yang dianggap tidak beruntung. Namun sikap iman Paulus angat berbeda. Mereka dan para pengikutnya berada dalam penderitaan dan kesusahan (ay. 16,17). Mereka percaya bahwa penderitaan mereka bukan untuk kebinasaan tetapi untuk kemuliaan yang ditetapkan Allah baginya (ay.17), pandangan dan fokus mereka bukan yang kelihatan (ay. 18). Jika kita meninggal maka Allah akan menyediakan tempat bagi setiap orang yang percaya. (ay. 5:1). Memang jika masih ada dalam dunia ini, dalam tempat yang sementara, maka pasti masih akan ada penderitaan (ay. 2-4) tetapi saatnya akan tiba setiap orang percaya akan masuk ke dalam kemuliaan Allah (ay. 5). Itulah cara pandang yang baru bagi setiap orang percaya.
Penderitaan bagi manusia kadang hanya berarti kekalahan, ketidakberdayaan, bahkan kebinasaan. Namun bagi setiap orang percaya, penderitaan adalah jalan iman untuk semakin memurnikan iman sebagai pengikut Krstus. Jadi apakah ada yang menderita? Apakah ada yang bergumul? Terimalah urapan kasih Allah, maka di dalam penderitaan, iman kita justru akan semakin terarah kepada Kristus yang telah menderita menggantikan setiap orang yang percaya.
Diposting tanggal 26 Mar 2019
