Rabu, 27 Maret 2019 Bilangan 13:1-33 BERIMAN DALAM KECEMASAN Ma’patongan lan Karanggangan
Rabu, 27 Maret 2019 Bilangan 13:1-33
BERIMAN DALAM KECEMASAN
Ma’patongan lan Karanggangan
Biasanya manusia mengukur sesuatu keadaan dan situasi berdasarkan apa yang dipikirkan. Ada BMKG, yang memberikan prakiraan cuaca berdasarkan pengamatan pergerakan angin dan keadaan awan. Ada macam-macam analisa, seperti SWOT yang dikembangkan untuk mendekati sebuah keadaan dari sisi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Namun kadang prediksi masih meleset, tidak tepat seperti yang diperkirakan.
Kisah kedua belas pengintai sebenarnya adalah kisah ujian iman kepada janji Allah. Musa menyuruh 12 orang mewakili setiap suku di Israel untuk mengintai tanah perjanjian, (ay. 1-16) Kemudian mereka pulang dengan laporan yang sama tetapi berbeda, (ay. 17-24) Mereka menyaksikan Kanaan persis seperti janji Tuhan, tanah berlimpah susu dan madu. Namun 10 pengintai menegaskan bahwa mereka tidak mungkin masuk ke dalam karena penduduknya kuat, besar, sehingga mereka gampang kalah oleh mereka (ay. 25-30). Namun dua orang dari pengintai yakni Kaleb dan Yosua menyaksikan hal yang berbeda. Mereka justru percaya bahwa Allah pasti akan memenuhi janji-Nya. Bangsa Israel pasti bisa masuk ke Tanah Kanaan. (ay. 30). Walaupun demikian, tetap Bangsa itu dikalahan oleh ketakutan dan kecemasan mereka (ay. 31-33).
Apa yang sedang terjadi dengan kehidupan kita? Sama-sama hidup dalam dunia ini, sama-sama menghadapi tantangan hidup. Manusia sama-sama mengalami kepahitan, kekurangan, sakit penyakit. Kita sungguh membutuhan kepastian. Sikap kita bagaimana? Apakah kita akan meremehkan kasih dan janji Tuhan? Tidak. Allah mau kita mengambil sikap iman seperti Kaleb dan Yosua. keadaan tidak selalu seperti yang kita harapkan tetapi kuasa Allah tetap menopang dan Allah tetap setia pada janji-Nya.
Diposting tanggal 26 Mar 2019
