Kamis, 26 Maret 2020 Mazmur 30:1-8 HIDUP DALAM OTORITAS TUHAN (Tuo lan pangra’tana Puang Matua)
Kamis 26 Maret 2020 Mazmur 30:1-8
HIDUP DALAM OTORITAS TUHAN
Tuo lan pangra’tana Puang Matua
Semua manusia pasti pernah mengalami pergumulan. Pergumulan yang kita alami disebabkan oleh hal yang berbeda-beda. Demikian halnya dengan Raja Daud, sekalipun dia adalah raja pilihan Tuhan, dia juga tidak pernah lepas dari yang namanya pergumulan. Hal ini menjadi contoh bahwa pergumulan tidak memandang jabatan dan kedudukan. Lalu apa yang kita lakukan ketika kita berhasil lepas dari pergumulan-pergumulan kita?
Mazmur ini berisi nyanyian syukur Daud, saat pentahbisan bait suci (ay.1). Sebuah kesaksian dari Daud atas besarnya kasih Tuhan (ay.2,5). Mengapa Daud bersyukur? Pertama, Kesetiaan Tuhan dirasakan oleh Daud ditengah kesusahannya karena musuh-musuhnya, serta dalam kesesakan dan dalam dukacitanya. Kedua, Daud menyadari bahwa murka Tuhan tidak lebih besar dari kasih-Nya (ay.6) Ketiga, Meski Daud pernah sombong, tetapi Tuhan tetap menolong Daud (ay. 7-8). Tuhan menegur dan menyadarkan bahwa kekuatannya adalah pertolongan Tuhan semata. Kita juga selaku orang Kristen masa kini kadang menjadi seperti Daud. Ketika sudah memiliki kekuasaan, kedudukan, dan harta kita menjadi orang-orang yang lupa diri. Kita menjadi sombong dan lupa berterima kasih kepada Tuhan.
Semua yang kita miliki adalah kepunyaan Allah yang diberikan kepada kita demi kebaikan kita dan hidup orang lain. Perlu ada refleksi diri agar jangan timbul sifat egois dan kesombongan dalam hidup. Sebab keselamatan tidak ditentukan oleh harta, kedudukan, dan kuasa tetapi hanya oleh kasih karunia Allah semata. Andalkanlah Tuhan dan tetaplah berjalan dalam terang dan tuntunan Tuhan. Amin
Diposting tanggal 24 Mar 2020
