KEBAHAGIAAN SEJATI (Kamauparan tongan)

Bahan Penelaahan Alkitab 6-11 Maret 2016

KEBAHAGIAAN SEJATI

(Kamauparan tongan)

(Matius 4:1-11)

 

Tujuan: lihat tujuan khotbah minggu 5 Maret 2017

 

Pemahaman teks

Perikop ini membicarakan mengenai pencobaan Yesus di padang gurun. Untuk memenuhi pekerjaan-Nya, Ia harus bergumul terlebih dahulu dengan Iblis. Dan terbukti bahwa Yesus lebih kuat dari iblis. Yesus dibawah oleh Roh Kudus ke padang gurun Bebbara yang jauh dari pemukiman, sebuah tempat yang sunyi dan berbukit-bukit. Di tempat itulah, Ia memikirkan pekerjaan yang kini menantikan Dia, disitu Ia berdoa dan merancangkan kehendak Bapa-Nya, ditempat itu juga Ia memikirkan tentang masa yang ditempuh-Nya serta sengsara yang akan dipikulnya. Ia berada ditempat itu selama empat puluh hari untuk melakukan Puasa.

Pergumulan terbesar saat itu ialah, tidak ada makanan dan minuman. Pada saat itu, Yesus benar-benar menghadapi sengsara, sebab apa yang merupakan kebutuhan dasar tidak dapat terpenuhi. Yesus kehilangan rasa aman dan kebahagiaan. Karena itu, Iblis menggunakan kesempatan itu untuk mencobai Yesus. Iblis dapat diartikan sebagai penghujat dan menunjuk kepada salah satu ciri khasnya, musuh besar Allah dan umat-Nya. Pencobaan Yesus oleh Iblis adalah usaha untuk membelokkan Yesus dari jalan ketaatan yang sempurna kepada kehendak Allah. Perhatikanlah bahwa dalam setiap pencobaan, Yesus tunduk kepada kekuasaan Firman Allah dan bukan kepada keinginan Iblis (Mat. 4:4,7,10).

Tiga hal yang iblis lakukan untuk mencobai Yesus: Pertama, iblis mencobai Yesus untuk mencari makanan lepas dari Allah. Juga cobaan untuk menyalahgunakan kekuasan demi mendapatkan kebutuhan makanan (ay.3). Disini iblis mengajak Yesus untuk membuktikan diri-Nya sebagai anak Allah untuk mengubah batu menjadi roti. Hal seperti ini sering menjadi pencobaan terhadap tubuh manusia untuk tidak merasa puas dengan pemeliharaan Allah lalu iblis mencoba memberi makanan dengan perantaraan mujisat untuk mencapai tujuannya. Kedua, iblis mencobai Yesus dengan ajakan mencobai Allah untuk memuaskan keinginannya sendiri dengan memungkiri Allah untuk menyembah berhala yang menjamin kepuasan di dunia ini. Saat itu ditawari dengan segala kekayaan dunia dan kemewahannya dengan syarat menyembah kepadanya. Iblis tahu bahwa kebutuhan manusia umumnya kekuasaan dan kemewahan sebab dianggap membawa kebahagiaan sejati. Ketiga, iblis mencobai Yesus didasarkan atas pujian dan pengakuan (ay.9). Yesus diajak ke bubungan bait Allah, dan disuruh menjatuhkan diri-Nya, bahwa Allah akan menjaga-Nya sehingga tidak terantuk kepada batu. Kata menjatuhkan diri, terbayang pada jatuhnya Yesus pada saat memanggul salib, didalam kesengsaraan yang juga dialami-Nya untuk menanggung dosa manusia.

Setiap hal yang dilakukan oleh Iblis untuk mencobai Yesus ternyata tidak meruntuhkan kebenaran firman-NYa. Hal ini menjadikan Yesus mampu menghadapinya. Kebahagiaan sejati ternyata tidak bersumber dari makanan, dipuji dan diakui, kedudukan dan kemewahan dunia, tetapi pada ketaatan pada Tuhan dan Firman-Nya. Yesus adalah Mesias, seperti disangka iblis sesudah Yesus dibaptis (Jika Engkau Anak Allah...), yang membuka jalan penyelamatan yang sesungguhnya, bukan jalan kepercayaan kepada dirinya, atau jalan yang gampang, tetapi jalan ketaatan pada Allah dan penyangkalan diri. Meskipun tidak pernah berdosa, Yesus dapat mengalami bujukan dari luar. Yesus mempertimbangkan suatu martabat sebagai Mesias politik dan pemenang, tetapi ia mengutamakan martabat Mesias yang rohani dan yang sama sekali menaklukkan diri kepada Allah.

 
Pertanyaan untuk diskusi:
  1. Kebahagiaan adalah salah satu hal yang di dambakan oleh manusia. Apa yang saudara pahami tentang kebahagiaan itu? Cara apa yang dilakukan untuk memperoleh kebahagiaan? (Mintu’ tau unnanga’i tu kamauparan. Umba susi pahangta tu disangat kamauparan? Apa tu ladipogau’ anna dikabu’tui tu kamauparan.
  2. Iblis merupakan musuh terbesar kita. Sebagai orang Kristen, kita harus sadar bahwa kita terlibat dalam peperangan rohani melawan kuasa-kuasa kejahatan yang tidak nampak namun sangat nyata. Adakah pengalaman saudara menghadapi kuasa kejahatan dalam mendapatkan kebahagiaan? (Deata bulituk iamo uali kapua lako kaleta. Lako kita to sarani parallu ta tandai kumua lan kapatonganan, marassanki’ sirari kuasanna deata bulituk, moi anna tang kakitanan tu kuasanna apa mempayan tu penggauranna. Denraka taolai lan katuanta tu dinai sioloan kuasa kakadakean anna dikabu’tui tu kamauparan.
  3. Apa yang menjadi kekuatan kita dalam menghadapi pencobaan yang datang dari iblis? (Apa tu mendadi kamatotoranta lan untingayo perosona deata bulituk?)

Diposting tanggal 28 Feb 2017

Daftar Artikel

Saat bangsa Israel tiba di sungai Yordan, mereka bermalam disitu selama tiga hari dan sesudah lewat .....

Selengkapnya ..

Kisah Para Rasul 2:22-32 menjelaskan tentang keberadaan Petrus yang tidak lagi memiliki keraguan ber.....

Selengkapnya ..

Paulus menasihatkan kepada Jemaat di Efesus, bahwa kehidupan manusia didalam dunia ini adalah sebuah.....

Selengkapnya ..

Daud sedang mengalami pergumulan yang membuatnya begitu cemas dan hampir putus asa. Ia sedang dikeja.....

Selengkapnya ..

Daud adalah pribadi yang dekat dengan Tuhan, juga pernah mengalami situasi demikian. Daud merasa tid.....

Selengkapnya ..

Dalam teks bacaan kita saat ini, sangkakala yang ketujuh yang dilihat oleh Yohanes mengarahkan kita .....

Selengkapnya ..

Sama halnya dalam menjalani kehidupan ini, dimana terkadang kualitas hidup seseorang kerap kali diuk.....

Selengkapnya ..

Mazmur ini berisi nyanyian syukur Daud, saat pentahbisan bait suci (ay.1). Sebuah kesaksian dari Da.....

Selengkapnya ..

Bangsa Israel berada dalam pembuangan di Babel karena pemberontakan mereka. Dalam keadaan seperti it.....

Selengkapnya ..

Nubuatan tentang pelepasan bagi bangsa itu merupakan sebuah pengharapan yang datang bagi umat piliha.....

Selengkapnya ..

Mazmur 146:6-10 merupakan bentuk pengakuan pemazmur terhadap kemahakuasaan Allah. Disini Pemazmur me.....

Selengkapnya ..

Tidak ada kekuatan abadi yang dimiliki oleh umat manusia di dunia. Kekuatan manusia tidak akan mampu.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...