KEBAHAGIAAN SEJATI (Kamauparan tongan)

Bahan Khotbah Minggu ke-10, Prapaskah I, 5 Maret 2017

KEBAHAGIAAN SEJATI

(Kamauparan tongan)

 

Mazmur Mazmur 25: 10-16
Bacaan 1 Kejadian 2:15-17 dan 3:1-7
Bacaan 2 Mazmur 32:1-11 (Bahan Utama)
Bacaan 3 Matius 4:1-11
Nas Persembahan Kisah Para Rasul 20:35c
Petunjuk Hidup Baru Yesaya 55:7-8

 

Tujuan:

1.  Jemaat menghayati bahwa dosa merusak relasi dengan Tuhan dan sesama.

2.  jemaat memahami dan menghayati bahwa Allah mengampuni orang yang mengaku dosanya dengan sungguh.

 

Pemahaman Teks

Dalam Pengakuan Gereja Toraja Bab III ayat 6 mengatakan: Dosa adalah pemutusan hubungan yang benar dengan Allah serta pemberontakan terhadap Allah didalam kehidupan sehari-hari. Pemutusan hubungan dengan Allah berarti kematian manusia seutuhnya. Hal ini berarti hidup dalam dosa tidak akan pernah membuat seseorang merasakan kebahagiaan. Banyak orang berusaha menutupi dosanya dan menikmati setiap perbuatan dosa. Kondisi seperti itu dianggap sebagai kebahagiaan. Pengalaman Daud dalam Mazmur 32 menceritakan bahwa hidup dalam dosa dan menutupi perbuatan dosa mengakibatkan hidupnya tidak bahagia, tidak tenang, bahkan menyiksa dirinya. Itu sebabnya ia menyatakan penyesalannya setelah ia melakukan persinahan dan berusaha menyembunyikannya. Tidak akan ada kebahagiaan bila seseorang menutupi dosanya. Karena itu Daud mengatakan dalam ayat 1 “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi”. Dalam ayat 3-4 raja Daud menyaksikan tentang keadaan hidupnya ketika ia menutup-nutupi dosanya. Dikatakan bahwa tubuhnya pun ikut menderita. Kata “tulang-tulangku menjadi lesu” menggambarkan penderitaan yang mendalam dan hukuman yang terjadi apabila menyembunyikan dosa. Ketika Daud menyembunyikan dosanya dan tidak mengakuinya kepada Allah dia kehilangan hal-hal yang paling berharga dalam hidupnya termasuk kesehatan, ketenangan pikiran, kebahagiaan, dan pekerjaan Allah. Ia merasa bahwa sungguh kehilangan kebahagiaan sejati. Itu sebabnya dalam ayat 5 ia mengatakan bahwa ada satu cara untuk melepaskan diri dari belenggu sengsara itu dan mendapatkan kembali kebahagiaan sejati, yakni dengan mengakui dosa dihadapan Tuhan. Dalam keluaran 34:6-7 dikisahkan bahwa Allah adalah Allah yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa, namun Ia juga adalah Allah yang membalas perbuatan dosa, perlu pengorbanan. Pengampunan Allah berarti Ia mengembalikan kepada keadaan semula, sehingga kita yang diampuni dapat kembali hidup memuliakan Tuhan. Dengan demikian orang yang diampuni dosanya dapat menikmati kembali kebahagiaan dan sukacita. Dalam ayat 8 Daud mengatakan karena sukacita ini orang-orang yang diampuni tidak bisa diam untuk juga mengajak orang lain datang kepada Tuhan. Diakhir Mazmur 32 dikisahkan bahwa orang benar/jujur, yaitu orang yang mengaku dosanya kepada Tuhan akan menerima damai sejahtera.

Minggu sengsara pertama ini mengajak kita betapa pentingnya pengorbanan Yesus Kristus untuk pengampunan dosa kita. Kej.2:15-17 sebuah perintah agar manusia taat kepada Allah. Ia ditempatkan di taman eden dengan segala sesuatu disediakan baginya, tetapi Allah menuntut ketaatan Adam dan Hawa saat itu. Namun ternyata Adam dan Hawa gagal taat kepada Allah. Mereka tergoda untuk melanggar apa yang telah dibatasi oleh Allah. Pada hal ketaatan kepada Allah adalah sumber kehidupan yang sesungguhnya. Bayangkan akibat yang dialami adalah terjadi keterpisahannya dengan Allah. Ini adalah kondisi yang menyengsarakan bahkan membuat manusia mati.

 Matius 4:1-11 menggambarkan pencobaan iblis kepada Yesus yangberupaya membelokkan ketaatan Yesus kepada kehendak Allah. Namun yang terjadi dalam pencobaab Yesus adalah bahwa Yesus lebih tunduk kepada kekuasaan Firman Allah dan bukan kepada keinginan Iblis. Iblis merupakan musuh terbesar kita. Sebagai orang Kristen, kita harus sadar bahwa kita terlibat dalam peperangan rohani melawan kuasa-kuasa kejahatan. Karena itu tanpa Roh Kudus dan Firman Allah orang Kristen tidak mungkin mengalahkan dosa dan pencobaan. Iblis mempergunakan Firman Allah ketika mencobai Yesus untuk berbuat dosa. Seperti manusia yang juga sering mempergunakan ayat Alkitab untuk mempengaruhi sesamnya. Karena itu orang percaya harus benar-benar memahami Firman karena yang melakukan akan merasakan kebahagiaan.

Pokok-pokok yang dapat dilkembangkan:

Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan sejati dalam hidupnya, sebagaimana pengalaman Daud yang disampaikan dalam Mazmur 32. Pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan sejati itu? Bagaimana cara mendapatkannya? Setiap orang dapat melakukannya dengan caranya masing-masing. Kita ada dalam dunia dengan segala sesuatu yang Tuhan sediakan tetapi ada batas-batas yang tidak boleh kita langgar. Sejak dari zaman Adam, pelanggaran terhadap perintah Allah telah terjadi hingga saat ini manusia sering hidup dalam pelanggaran terhadap Allah. Namun kesaksian Alkitab mengatakan bahwa tidak ada kebahagiaan dalam setiap perbuatan melawan kehendak Allah. Karena itu bacaan kita mengajak kita beberapa hal untuk memperoleh kebahagiaan:

Pertama, sadarilah bahwa dosa merusak relasi manusia dengan Allah dan sesama. Kehidupan yang menyedihkan bagi anak-anak Tuhan adalah hidup dalam perbuatan dosa. Adam dan Hawa mengalami keterputusan relasi yang baik dengan Allah akibat dosa. Daud pun merasa sengsara karena menyimpan dosa yang pernah dilakukannya.

Kedua, memahami bahwa betapa besar kasih karunia dan pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu salib yang sudah mengalahkan dosa dan maut. kasih karunia itulah yang membangun kembali relasi yang baik dengan Allah dan sesama. Karena itu sangat dibutuhkan pertobatan yang sejati , yang bukan sekedar tekad dan janji, tetapi harus mulai dengan pengakuan dosa dan permohonan. Roh Kudus yang hadir dalam kehidupan kita bukan saja menginsyafkan kita akan dosa, tetapi ketaatan itulah yang akan membimbing kepada kebenaran, dan kebenaran itu yang akan membawa kita pada kebahagiaan sejati. 


Diposting tanggal 28 Feb 2017

Daftar Artikel

Hal yang menjadi ciri khas dari kitab Amsal ialah Hikmat. Salomo selalu menekankan mengenai manusia .....

Selengkapnya ..

Saat bangsa Israel tiba di sungai Yordan, mereka bermalam disitu selama tiga hari dan sesudah lewat .....

Selengkapnya ..

Kisah Para Rasul 2:22-32 menjelaskan tentang keberadaan Petrus yang tidak lagi memiliki keraguan ber.....

Selengkapnya ..

Paulus menasihatkan kepada Jemaat di Efesus, bahwa kehidupan manusia didalam dunia ini adalah sebuah.....

Selengkapnya ..

Daud sedang mengalami pergumulan yang membuatnya begitu cemas dan hampir putus asa. Ia sedang dikeja.....

Selengkapnya ..

Daud adalah pribadi yang dekat dengan Tuhan, juga pernah mengalami situasi demikian. Daud merasa tid.....

Selengkapnya ..

Dalam teks bacaan kita saat ini, sangkakala yang ketujuh yang dilihat oleh Yohanes mengarahkan kita .....

Selengkapnya ..

Sama halnya dalam menjalani kehidupan ini, dimana terkadang kualitas hidup seseorang kerap kali diuk.....

Selengkapnya ..

Mazmur ini berisi nyanyian syukur Daud, saat pentahbisan bait suci (ay.1). Sebuah kesaksian dari Da.....

Selengkapnya ..

Bangsa Israel berada dalam pembuangan di Babel karena pemberontakan mereka. Dalam keadaan seperti it.....

Selengkapnya ..

Nubuatan tentang pelepasan bagi bangsa itu merupakan sebuah pengharapan yang datang bagi umat piliha.....

Selengkapnya ..

Mazmur 146:6-10 merupakan bentuk pengakuan pemazmur terhadap kemahakuasaan Allah. Disini Pemazmur me.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...