PERCAYALAH DAN SEMBAHLAH ALLAH YANG MENYELAMATKAN (Patonganni sia Penombai tu Puang Ma’pasalama’)

Bahan Khotbah, Minggu ke-12 Prapaskah III  19 Maret 2017

PERCAYALAH DAN SEMBAHLAH ALLAH

YANG MENYELAMATKAN

(Patonganni sia Penombai tu Puang Ma’pasalama’)

      

Mazmur Mazmur 95:1-11
Bacaan 1 Keluaran 17:1-7
Bacaan 2 Roma 5:1-11
Bacaan 3   Yohanes 4:4-42 (Bahan Utama)
Nas Persembahan Mazmur 76:12
Petunjuk Hidup Baru Mazmur 95:7-8

 

Tujuan     :

1.  Jemaat Memahami dan menghayati bahwa Allah itu berkuasa atas segala sesuatu

2.  Jemaat Memahami dan menghayati bahwa Allah menyatakan penyelamatan-Nya melalui Yesus Kristus

3.  Jemaat tidak meragukan kuasa-Nya dan senantiasa beribadah kepada-Nya.

 

Pendahuluan

Pengakuan Gereja Toraja Bab I butir 2 dan 3 menekankan bahwa Allah adalah satu-satunya sumber kehidupan, berkat dan kebaikan. Ia adalah pencipta segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, oleh karena itu hanya Dia yang boleh disembah. Dengan pengakuan ini, Gereja Toraja menyatakan bahwa tidak ada kuasa yang dapat disembah selain Allah, Sang pencipta segala sesuatu itu. Karena diakui sebagai Pencipta segala sesuatu, berarti tidak ada kuasa yang dapat disetarakan apalagi melebihi kuasa Allah.

Jika kita perhatikan kehidupan beriman warga Gereja Toraja, apakah mereka sungguh-sungguh menyatakan dalam hidupnya bahwa Allah saja penguasa alam semesta dan sumber kehidupan, berkat dan kebaikan? Apakah praktek hidup beriman warga gereja sungguh-sungguh memercayakan hidupnya dan menyembah hanya kepada Allah. Tidak jarang orang yang mengaku percaya kepada Allah, ternyata mengharapkan berkat dari yang lain selain Allah. Ada juga yang melakukan penyembahan bukan hanya kepada Allah saja tetapi juga kepada yang diper-ilah-nya.

Oleh karena kenyataan seperti inilah, maka firman Tuhan yang kita baca tadi memberi penjelasan mengapa kita diajar untuk hanya percaya dan menyembah Allah dalam hidup ini.

 
Pokok-pokok yang dapat dikembangkan dalam khotbah

1.Allah pemilik dan penguasa segala sesuatu (Mazmur 95)

Jika kita perhatikan perikop ini, maka jelas bahwa Mazmur ini terdiri dari dua bagian yang penting. Ayat 1-5 merupakan ajakan pemazmur untuk bersyukur kepada Tuhan. Alasan pemazmur bersyukur dengan sorak-sorai kepada Allah, oleh karena kebesaran-Nya. bagi Pemazmur, Allah itu adalah Raja yang besar yang mengatasi segala allah. Pemazmur mengakui kebesaran Allah karena ia percaya bahwa tidak ada bagian-bagian bumi di luar jangkauan kekuasaan-Nya. Kekuasaan-Nya bahkan menjangkau bagian-bagian bumi yang paling dalam, di mana tak seorang manusiapun pernah turun melihatnya. Puncak gunung-gunung, yang oleh orang lain dianggap sebagai tempat para dewa bermusyawarah, adalah kepunyaan-Nya. Pemazmur percaya bahwa Dialah pemilik alam raya ini, karena Dia yang menciptanya. Bagi pemazmur, penting ditegaskan demikian karena dalam agama penduduk sekitarnya waktu itu, yang dipercaya sebagai penguasa perut bumi (bagian yang paling dalam dari bumi) adalah Molokh, penguasa di atas puncak-puncak gunung adalah Baal, dan penguasa laut adalah Timat. Lewat pengakuan pemazmur, ia hendak menyatakan bahwa sesungguhnya tidak ada penguasa lain selain Allah, karena Dilah yang menciptakan segala sesuatu.

Bagian kedua, ayat 6-11 Allah melalui pemazmur memperingatkan umat Israel untuk tidak meragukan kuasa-Nya, seperti yang pernah ditunjukkan nenek moyang mereka ketika berada di Masa dan Meriba. Sekalipun mereka telah menyaksikan perbuatan Allah, tetapi mereka berkata:“adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?” (Kel.17:7). Bangsa Israel meragukan kehadiran Allah dalam perjalanan mereka. Pemazmur mengingatkan bangsanya waktu itu bahwa Tuhan murka atas mereka jika tidak mengakui dan meragukan kuasa Tuhan.

Aplikasi: Apakah kita sungguh yakin terhadap kemahakuasaan Allah sehingga kepada-Nya saja kita memercayakan kehidupan kita dan hanya Dia yang kita sembah dalam hidup ini?

 

2.Jangan meragukan kuasaNya (Keluaran 17:1-7)

Jika kita perhatikan perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan, maka sejak awal Tuhan merencanakan untuk menuntun bangsa ini tidak melalui jalan yang dekat. Allah menuntun bangsa ini melalui jalan berputar di padang gurun menuju ke laut Teberau (Kel.13:17,18). Dalam perjalanan mereka, berbagai bentuk tantangan yang dihadapi. Rupanya bangsa Israel tidak siap menghadapi tantangan-tantangan dalam perjalan tersebut sehingga mereka sering kali bersungut-sungut. Kemungkinan menurut mereka perjalanan mereka jauh dari hambatan karena Tuhan yang menyuruh mereka meninggalkan Mesir dan karena itu Tuhan juga yang akan menuntun mereka. Oleh karena itu, ketika mereka menghadapi masalah, muncul keraguan apakah Allah sungguh-sungguh hadir dan menuntun mereka? Hal seperti itulah yang dipertunjukkan oleh bangsa Israel ketika berada di Rafidim. Ketika mereka merasa haus dan ternyata tidak ada sumber air yang dapat diminum. Mereka bertengkar dengan Musa dan meminta tanggung jawabnya sebagai pemimpin. Mereka tidak menyadari bahwa ketika mereka menghadapi masalah, mestinya diterima sebagai kesempatan untuk menguji diri apakah sunguh-sungguh percaya dan taat kepada Tuhan. Tetapi yang ditunjukkan oleh bangsa Israel adalah keraguan terhadap penyertaan dan kuasa Tuhan dan kekerasan hati mereka. Oleh karena itu, ketika Allah mendengar sungut-sungut mereka dan seruan Musa, maka Ia menyuruh Musa untuk memukul gunung batu di Horeb agar air keluar dari dalamnya. Perintah Tuhan ini diikuti oleh Musa lalu keluarlah air sehingga bangsa itu dapat minum. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya, yang tidak mungkin bagi manusia, gunung batu mengeluarkan air, tetapi bagi Allah mungkin. Tentu hal ini dimaksudkan agar bangsa Israel tidak lagi meragukan kuasa-Nya dan tidak mengeraskan hatinya.

Aplikasi: Dalam hidup kita sebagai orang percaya, kita juga sering meragukan kuasa dan penyertaan Tuhan, apalagi ketika kita sedang menghadapi pergumulan hidup. Mestinya ketika ketika kita menghadapi pergumulan, kita menunjukkan ketaatan kepada-Nya, tetapi malah yang ditunjukkan adalah keraguan terhadap kehadiran Allah dan penyertaan-Nya. seperti bangsa Israel kita pun pernah mendengar orang yang mengaku percaya mengatakan: Apakah Tuhan sungguh-sungguh ada dan hadir dalam pergumulanku? Ketika menghadapi penderitaan, tidak jarang kita mendengar ungkapan apakah Tuhan masih peduli? Manakah pertolongan Allah?

   

3. Allah berdamai dengan manusia di dalam Yesus Krsitus (Roma 5:1-11).

Dosa memutuskan hubungan manusia dengan Tuhan, dan hukuman atas manusia yang berdosa adalah kebinasaan. Kejatuhan manusia ke dalam kuasa dosa membuatnya tidak berdaya untuk menjalin hubungan kembali dengan Allah. Manusia tidak bisa membujuk Allah untuk berdamai dengannya. Apapun yang akan dilakukan manusia sebagai upaya memperbaiki hubungannya dengan Allah akan sia-sia dan tidak akan mungkin. Manusia tidak mungkin dapat berusaha sendiri untuk berdamai dengan Allah. Rasul Paulus dalam Roma pasal 5 ini menjelaskan bahwa kita hanya bisa dibenarkan karena iman kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Perbuatan baik, ataupun kesetiaan kepada hukum tidak dapat membenarkan kita di hadapan Allah. Rasul Paulus mengatakan: Oleh Dia, Yesus Kristus, kita beroleh jalan masuk kepada kasih karunia. Murka Allah nyata atas orang yang berdosa, tetapi orang percaya telah dibenarkan di dalam Yesus Kristus. Pembenaran yang dilakukan Allah di dalam Yesus Kristus menghadirkan berkat dalam kehidupan orang yang percaya, yaitu diperdamaikan dengan Allah sehingga menikmati damai sejahtera dengan Dia. Melalui pendamaian, manusia juga beroleh jalan masuk kepada Allah, sehingga terjalin persekutuan dengan Allah. Oleh pendamaian itu manusia memiliki pengharapan akan kemuliaan, yang akan memampukan orang percaya bersukacita dalam penderitaan.

Aplikasi: Apakah kita sungguh-sungguh telah menerima dan menikmati hidup damai dengan Allah? Hidup berdamai dengan Allah akan melahirkan damai sejahtera.

 

4. Percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus tidak akan mengecewakan (Yohanes 4:4-42).

Percakapan Yesus dengan perempuan Samaria di Sikhar, daerah Samaria, ketika Yesus dan murid-murid-Nya mengadakan perjalanan dari Yudea menuju Galilea. Percakapan antara orang Yahudi dan orang Samaria seperti yang dilakukan oleh Yesus dengan seorang perempuan Samaria bukanlah hal yang biasa. Antara orang Yahudi dan Samaria ada perseteruan. Itulah sebanya, orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Orang Samaria ini adalah orang Yahudi campuran, yakni keturunan orang-orang dari daerah-daerah kekuasaan lain yang ditempatkan di daerah Samaria oleh raja Asyur setelah penamaan sepuluh suku yang hidup bersama orang-orang miskin dari daerah itu yang ditinggalkan, dan banyak orang Yahudi lainnya sesudah itu. Dengan demikian kita dapat mengerti sikap perempuan itu ketika Yesus mengawali percakapan-Nya dengan meminta air minum dan perempuan itu mengatakan: “masakan Engkau seorang Yahudi meminta minum kepadaku, seorang Samaria. Jika kita perhatikan cerita percakapan Yesus dengan perempuan Samaria ini, jelas bahwa Yesus mengajar perempuan Samaria ini untuk percaya kepada Allah dan bahwa di dalam Yesus Kristus tidak mengecewakan. Mengapa? Pertama: Yesus menyatakan bahwa barang siapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya, air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.

Ketika Yesus berbicara tentang air hidup, perempuan Samaria tidak dapat memahami maksud Yesus. Seperti yang umumnya dipahami pada waktu itu, air hidup artinya air yang sedang mengalir dan bukan air yang tergenang seperti yang ada dalam sumur. Air hidup adalah air yang mengalir dari suatu mata air. Perempuan itu bertanya dalam hati dari mana Engkau akan memperolehnya. Lagi pula Yesus tidak mempunyai tempat air yang biasanya dibawa orang jika dalam perjalanan yang jauh. Tapi kemudian perempuan itu meminta air itu setelah Yesus menjelaskannya. Kedua: Yesus juga mengingatkan perempuan Samaria itu bahwa orang-orang Samaria itu menyembah kepada apa yang mereka tidak kenal sementara Allah yang benar adalah yang telah memperkenalkan diri-Nya yang disembah dalam roh dan kebenaran. Ketiga: harapan perempuan Samaria terhadap kedatangan Mesias, telah dinyatakan Allah di dalam diri Yesus Kristus. Dialah Sang Mesias yang dinanti-nantikan, yang akan memberitakan segala sesuatu yang berhubungan dengan ibadah kepada Allah. Keempat: Pada-Nya juga ada “makanan”. Ketika murid-murid menyilahkan-Nya untuk makan Ia berkata: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.” Murid-murid heran bagaimana Ia bisa memiliki makanan padahal mereka tahu bahwa mereka disuruh pergi mencari makanan ke kota? Atau kemungkinan ada orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan? Tetapi Yesus mengatakan: “makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

Aplikasi: Pernahkah kita merasa kecewa percaya kepada-Nya? kekecewaan sering terjadi ketika yang kita ingini tidak menjadi kenyataan, kita menyalahkan Allah. Padahal mestinya disadari bukan kehendak kita yang jadi tetapi kehendak-Nya. Juga mesti diyakini bahwa rancangan-Nya atas hidup kita adalah rancangan damai sejahtera.[1]

 

[1] Bacaan :Matthew Hendry Commentary, Pemahaman Alkitab seiap hari : Injil Yohanes dan Roma,Tafsiran Surat Roma,Tafsiran Masa Kini,Tafsiran Mazmur,Hidup Bersama Firman

 


Diposting tanggal 28 Feb 2017

Daftar Artikel

Daud sedang mengalami pergumulan yang membuatnya begitu cemas dan hampir putus asa. Ia sedang dikeja.....

Selengkapnya ..

Daud adalah pribadi yang dekat dengan Tuhan, juga pernah mengalami situasi demikian. Daud merasa tid.....

Selengkapnya ..

Dalam teks bacaan kita saat ini, sangkakala yang ketujuh yang dilihat oleh Yohanes mengarahkan kita .....

Selengkapnya ..

Sama halnya dalam menjalani kehidupan ini, dimana terkadang kualitas hidup seseorang kerap kali diuk.....

Selengkapnya ..

Mazmur ini berisi nyanyian syukur Daud, saat pentahbisan bait suci (ay.1). Sebuah kesaksian dari Da.....

Selengkapnya ..

Bangsa Israel berada dalam pembuangan di Babel karena pemberontakan mereka. Dalam keadaan seperti it.....

Selengkapnya ..

Nubuatan tentang pelepasan bagi bangsa itu merupakan sebuah pengharapan yang datang bagi umat piliha.....

Selengkapnya ..

Mazmur 146:6-10 merupakan bentuk pengakuan pemazmur terhadap kemahakuasaan Allah. Disini Pemazmur me.....

Selengkapnya ..

Tidak ada kekuatan abadi yang dimiliki oleh umat manusia di dunia. Kekuatan manusia tidak akan mampu.....

Selengkapnya ..

Yehezkiel 37:1-14 merupakan nubuat Yehehezkiel ketika ia berada dalam pembuangan bersama umat Israel.....

Selengkapnya ..

Gereja Toraja lahir dan tumbuh dalam zaman yang membara namun penuh harapan. Ia lahir pasca reruntuh.....

Selengkapnya ..

Melalui nabi Yeremia, Allah mengenang bagaimana Israel mengasihi Tuhan ketika ia masih muda dan kese.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...