Kamis, 15 Agustus 2019 Ibrani 10:26-36 PENGHUKUMAN ALLAH Ukungan diomai Puang Matua
Kamis, 15 Agustus 2019 Ibrani 10:26-36
PENGHUKUMAN ALLAH
Ukungan diomai Puang Matua
Setiap tidakan atau perbuatan selalu menimbulkan akibat atau konsekuensinya. Entah baik atau tidak, tapi itulah hasil dari tindakan kita. Begitu juga dengan kepercayaan kepada Tuhan. Bila percaya, taat dan setia maka tentu konsekuensi keselamatan akan dinikmati. Namun jika tidak percaya dan tidak taat kepada-Nya maka konsekuensinya adalah hukuman akan menjadi bagian dalam hidup kita.
Penulis ibrani mengungkapkan dua alasan untuk bertahan dalam iman kepada Kristus di antara para penolak Kristus. Orang yang sengaja menolak hukum Taurat akan di hukum mati (ay. 28). Pendsarannya adalah bahwa hukum Musa menegaskan perlunya hukuman mati bagi orang yang melanggar hukum Taurat. Demikian pula bagi orang yang telah di tebus oleh darah Kristus dan telah memperoleh kebenaran, tetapi juga dengan sengaja terus berbuat dosa, tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu, kecuali ia bertobat dengan sungguh dan meninggalkan dosa-dosanya. "Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka." Firman-Nya menegaskan bahwa, "Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia" (ay.27)
Penghukuman Allah adalah mutlak bagi setiap orang yang melawan kehendak Allah, tetapi pengampunan juga tetap disiapkan bagi mereka yang hidupnya berbalik dan bersedia bertobat kepada Allah. Oleh karena itu, marilah kita tetap menghayati bahwa sebelum penghukuman Allah dinyatakan, marilah kita hidup dalam pertobatan di hadapan Allah. Amin
Diposting tanggal 06 Aug 2019
