Jumat, 9 November 2019 Ibrani 9:15-24 KURBAN YANG TAK BERCACAT
Jumat, 9 November 2019 Ibrani 9:15-24
KURBAN YANG TAK BERCACAT
Agama suku Toraja (aluk todolo) dalam hubungannya dengan dewa diwakili oleh korban persembahan yang diberikan, sehingga penyembahan dianggap diterima oleh dewa tergantung dari korban persembahan yang dikorbankan. Demikian juga dengan bangsa Israel sebagai penganut agama Yahudi, mereka memberikan korban persembahan sebagai jaminan kepercayaan mereka kepada Allah, baik untuk pengampunan dosa maupun sebagai jaminan keselamatan, sehingga seluruh pengorbanan mereka hanyalah secara lahiriah.
Untuk inilah Yesus datang dan menjadi korban sebagai Jaminan keselamatan. Darah Kristus yang dicurahkan di atas kayu salib menyucikan kita tidak secara lahiriah saja tetapi menjangkau sampai ke hati nurani yang dalam atau meliputi seluruh kehidupan. Pengorbanan Yesus Kristus telah mengubahkan kehidupan kita yang lama termasuk kepercayaan atas jaminan keselamatan melalui korban yang diberikan, kepada kehidupan yang baru di mana Yesus Kristus menjadi korban. Oleh karena itu tidak ada dari satu apapun yang dapat menjaminkan pengampunan dosa karena justru semuanya harus ditahirkan.
Kristus yang tidak berdosa (tidak bercacat) menjadi kurban yang kudus untuk segala sesuatu, teristimewa kita sebagai manusia. Oleh pengorbanan-Nya semua yang bercacat menjadi tahir. Kita yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat telah menjadi tahir melalui darah Kristus yang tak bercacat, sehingga hanya melalui Yesus kita dapat berhubungan dengan Allah. Marilah kita terus hidup dan menghidupi Pengorbanan Yesus Kristus, sehingga kekudusan hidup kita tetap terpelihara dalam kekudusan. Sebagai bentuk korban yang patut kita persembahkan adalah menjadikan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup di hadapan Allah. Amin
Diposting tanggal 07 Nov 2018
