Jumat, 6 September 2019 Kolose 4:7-17 MENGHIDUPI KARUNIA SEBAGAI SAUDARA (Katuoan tontong lan kasialamasean)
Jumat, 6 September 2019 Kolose 4:7-17
MENGHIDUPI KARUNIA SEBAGAI SAUDARA
(Katuoan tontong lan kasialamasean)
Ada ungkapan bijak yang mengatakan, “kebersamaan bukanlah kebersamaan jika tidak saling mendekatkan dan tidak menghasilkan apapun”. Ungkapan ini menggambarkan dengan sangat baik kondisi jemaat mula-mula.
Dalam suratnya kepada orang-orang percaya di Kolose dan Laodikia Paulus menyebut banyak nama. Bersama dengan Para Rasul, orang-orang ini sangat berjasa dalam pekabaran Injil sekalipun kelihatan sangat sederhana. Tikhikus dan Onesimus berperan sebagai pembawa pesan (ay.7-9). Aristarkhus, Markus, dan Yustus yang menemani dan menopang Paulus dalam situasi-situasi sulit (ay.10-11). Epafras sang pendoa yang mencurahkan hati, tenaga, dan pikiran untuk kebaikan jemaat (ay.12); Lukas yang mendapat karunia sebagai tabib (ay.14). Mereka berasal dari berbagai latar belakang, namun menjadi saudara dalam Tuhan. Mereka semua dengan segala karunia yang Tuhan berikan telah menjadi berkat bagi Jemaat.
Kita juga sama seperti mereka. Kita menjadi saudara bagi banyak orang dalam persekutuan. Adakah kedekatan di antara kita sama seperti Jemaat perdana yang saling memberi salam yang tulus? Kalau ada, sudahkah kedekatan atau ikatan persaudaraan itu menghasilkan sesuatu yang baik bukan hanya untuk diri kita tetapi untuk persekutuan? Percayalah bahwa Allah telah memperlengkapi kita dengan dengan berbagai karunia. Karena itu berbesar hatilah menggunakan karunia/talenta yang dimiliki untuk kemuliaan Tuhan. Masing-masing kita memiliki kelebihan dan kekurangan akan tetapi kita tetap lengkap jika kita saling menopang dan saling melengkapi dalam kehidupan persekutuan kita. Terpujilah Kristus. Amin
Diposting tanggal 03 Sep 2019
