Kamis, 27 September 2018 Yohanes 8:30-36 KITA KETURUNAN SIAPA
Kamis, 27 September 2018 Yohanes 8:30-36
KITA KETURUNAN SIAPA
Seorang bapak menceritakan pertanyaan anaknya. “Pak, apakah kita keturunan budak?”. Pertanyaan ini ditanyakan dalam bahasa Toraja. Mendengar pertanyaan dari sang anak, perasaan bapak campur aduk. Ada rasa penasaran, “Mengapa tiba-tiba sang anak bertanya mengenai soal itu? Apakah ada teman-temannya yang memanggilnya atau menganggapnya keturunan budak” Sang bapak seakan tidak mau terima jika hal itu terjadi. Dia respon anaknya, “Nak…, kamu tahu ya, nenek kamu dulu itu punya budak” Mendengar pernyataan sang bapak, si anak diam.
Hal budak, juga menjadi pertentangan Yesus dengan orang Yahudi. Mereka tidak “mau” mengerti dan tidak mau menerima ketika TUHAN Yesus mengajarkan mengenai kebenaran yang memerdekakan dari dosa dan maut (ay.32,34). Yang Yesus maksudkan ialah keselamatan yang sampai kepada bangsa Yahudi dari Allah melalui Yesus adalah anugerah yang memerdekakan dari dosa dan kebinasaan jika setiap orang yang mendengarnya menjadi percaya (ay.30-32) Namun pikiran mereka hanya tertuju pada status mereka sebagai keturunan Abraham sebagai orang merdeka. Yesus katakan, kemerdekaan yang sesungguhnya ada di dalam Yesus Kristus sehingga Allah menerima kita sebagai anak-Nya.
Status siapa saya dan siapa kita menjadi sangat penting. Orang Yahudi memegang teguh prinsip ini dalam kehidupan mereka. Kita pun tidak mau lagi dianggap budak. Inilah yang Yesus nyatakan. Kita sekarang dalam kasih karunia Allah bukan lagi budak tetapi anak Allah. Anak Allah bukan lagi hamba dosa dan kebinasaan. Dan Anak Allah berhak menerima warisan kerajaan dan tinggal bersama-Nya. Karena itu. Tetaplah percaya kepada Yesus yang telah membebaskan kita dari perbudakan dosa. Anugerah Allah menjadikan kita semua anak-Nya. Amin
Diposting tanggal 21 Sep 2018
