Bahan Khotbah Hari Minggu ke-37 Tanggal 16 September 2018 Puncak Pekan Anak Gereja Toraja BANYAK MENDENGAR SEDIKIT BERBICARA (Losong Ma’perangi, Anna Ma’kada-kada)

Bahan Khotbah Hari Minggu ke-37 Tanggal 16 September 2018
(Puncak Pekan Anak Gereja Toraja)
BANYAK MENDENGAR SEDIKIT BERBICARA
(Losong Ma’perangi, Anna Ma’kada-kada)

Bacaan Mazmur : Mazmur  116:1-11
Bacaan 1   : Yesaya 50:4-9a  
Bacaan 2   : Yakobus  3:1-12  (Bahan Utama)
Bacaan 3 : Markus 8:27-38
Nas Persembahan   : Mazmur  116:12-14
Petunjuk Hidup Baru : Yesaya 50:4

Tujuan:

  1. Jemaat memahami bahwa mendengar firman lebih baik dari pada banyak bicara
  2. Jemaat berusaha mengungkapkan kata-kata yang memuliakan Tuhan.

Pemahaman Teks

  1. Yesaya 50:4-9a. Seperti seorang murid yang sedang menerima pelajaran, seperti itulah harusnya anak-anak. Pelajaran tersebut akan disampaikan berulang setiap pagi (bahkan setiap saat) kepada anak, agar mereka bisa memusatkan perhatian pada hidup kini dan masa depan dalam terang kehendak Allah. Karena itu wibawa dan ketepatan kata yang disampaikan orangtua kepada anak sangat perlu diperhatikan. Dengan demikian apa yang diajarkan (ditanam) akan menghasilkan buah. Karena itu, penting diperhatikan bahwa untuk menanti buah yang baik dari apa yang kita ajarkan kepada anak, memang dibutuhkan pengorbanan. Beroleh buah yang baik tidaklah semuda membalikkan telapak tangan, sebab keberhasilan membutuhkan pengorbanan dan kesetiaan yang teramat mahal. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kadang kita cemas dan merasa was-was; pemazmur menyaksikan hal tersebut bahwa secara batiniah kecemasan tidak bisa disembunyikan. Namun beruntung bahwa ia percaya kepada Allah, sebagai penolongnya.

  2. Yakobus 3:1-12. Pengajar yang dapat mengendalikan diri dan berhikmat. Yakobus melanjutkan uraiannya dengan percakapan yang dikemukakan dalam (Yak.1:19,26) dan ia menyatakan pikirannya secara terus terang bahwa “kamu janganlah terlalu banyak menjadi pengajar”. Kedudukan guru kala itu sangat dihormati dalam jemaat Kristen. Dan yang menarik, ada orang yang bermaksud baik untuk mengemban tugas itu tapi tidak memenuhi syarat. Demikian juga ada orang yang mencari kepentingan dirinya sendiri (ingin dipuji) dan ini yang berbahaya, sebab bisa membawa kepada kehancuran. Tak dapat disangkal bahwa para pengajar harus berkata-kata secara berhikmat dan membawa damai. Mereka harus mempunyai rasa tanggungjawab. Yakobus memperingatkan, bahwa kalau mereka salah mengajar, mereka akan mendapat hukuman yang berat. Bila ditujukan kepada pengajar, maka dosa itu tidak semata-mata terdiri dari pengajaran sesat tetapi juga karena suka bertengkar dan menganggap diri pandai (memuji diri sendiri). Lebih jauh Yakobus menyarankan agar pengajarpun juga tetap belajar, supaya dapat mengendalikan lidahnya dan juga seluruh kehendak hatinya yaitu hidup dengan tertib.

  3. Markus 8:27-38 berisi pengakuan Petrus “Engkau adalah Mesias”. Kaisarea Filipi adalah kota yang dikunjungi Yesus dalam tugas pelayanan-Nya. Di kota ini Yesus menekankan dua hal kepada murid: Pertama, pertanyaan umum yang menghasilkan pemberitahuan bahwa orang mengenal Dia sebagai orang yang luar biasa. Kedua, suatu pertanyaan yang menantang murid secara pribadi. Petrus sebagai juru bicara mereka, mencetuskan pengakuan yang luar biasa, bahwa Yesus adalah Mesias, yang  dijanjikan dan dinubuatkan pada zaman dahulu.

Nabi-nabi PL membayangkan Mesias dengan dua cara yakni sebagai yang menang (Yes 11) dan sebagai yang menderita (Yes 53). Orang Yahudi cenderung menerima pernyataan pertama ketimbang yang kedua. Pada prinsipnya murid-murid juga memiliki pandangan yang sama dengan paham Yahudi. Karena itu mulailah Yesus mengajarkan mereka, bahwa Anak Manusia harus (Yunani:dei, keharusan karena putusan ilahi) menanggung banyak penderitaan. Pernyataan ini membuat murid-murid membuat terkejut dan Petrus pun menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. Maksud Petrus baik, tetapi jelas sangat bertentangan dengan kehendak Allah. Karena jalan keselamatan harus dipenuhi dengan cara Allah sendiri dan bukan dengan cara Petrus (cara manusia).

Dari uraian di atas, kita menarik kesimpulan:

  1. Apa yang ditanam itu yang dituai. Setiap orang tua tentu berharap bahwa anak-anak mereka akan menjadi anak masa depan yang bisa membanggakan orang tua.  Harapan itu sah-sah saja sejauh kita sebagai orang tua betul-betul menanamkan kepada mereka nilai moral dan spiritual yang baik. Betapa sering ada orang tua lupa tentang perhatian bagi anak-anak
  2. Teladan. Tidak dapat disangkal bahwa anak-anak lebih banyak meniru sikap dan perilaku orangtuanya. Orang tua yang melarang anaknya merokok sedangkan dia sendiri merokok, tentu tak mungkin berhasil menasehati anaknya. Kenapa? Karena yang orangtua turunkan ke anak adalah bentuk keteladanan. Karena itu sebelum terlambat orangtua mestinya sadar bahwa apa yang kita lakukan dalam keluarga, adalah bagian dari  pewarisan terhadap anak. Karena itu wariskanlah hal-hal yang baik supaya masa depan anak menjadi baik untuk kebahagiaan semua.
  3. Pengakuan: “Yesus adalah Mesias”. Salah satu pengakuan orangtua saat anaknya dibaptis adalah akan bertanggungjawab menerangkan perjanjian Allah itu kepada anak-anaknya. Dalam terang tanggung jawab inilah maka seorang ibu dan ayah berkewajiban memperkenalkan tentang Yesus (Mesias) kepada mereka, agar kelak anak-anak paham dan mengerti, bahwa Yesus Kristus itulah Tuhan dan Juruselamat (Inti Pengakuan Gereja Toraja).

Pokok-Pokok yang dapat dikembangkan:

Apa yang diajarkan seorang guru sangat penting bagi masa depan seorang anak, karena itu di mata murid, guru hendaknya jadi figur teladan yang baik bagi anak didiknya. Dapat dibayangkan seperti apa guru yang tidak bisa diteladani nilai apa yang anak didik bisa terima? Itu sebabnya ada peribahasa: “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Selain itu, guru yang dimaksudkan di sini juga menunjuk kepada bapak dan ibu dalam keluarga. Orang tua diminta tidak mendidik anaknya ke arah yang salah, tetapi harus dididik menjadi bahagia dalam Tuhan, sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka akan menilai segala sesuatu bukan apa kata orang tapi apa kata kejujuran yang berhikmat. 

Dalam puncak pekan hari anak ini, ada baiknya setiap orangtua merenungkan 13 permintaan anak yang tidak pernah terucapkan:

  1. Cintailah aku sepenuh hati.

  2. Jangan marahi aku di depan orang banyak.

  3. Jangan bandingkan aku dengan kakak-kakakku atau adikku atau orang lain.

  4. Ayah bunda jangan lupa, aku adalah foto copy-mu.

  5. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.

  6. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.

  7. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku.

  8. Aku adalah ladang berkat bagimu.

  9. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal yang buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu sebagai orangtua adalah doa bagiku.

  10. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan “JANGAN” tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.

  11. Tolong ayah ibu jangan rusak mentalku dan pemikiranku dengan selalu kau bentak-bentak aku setiap hari.

  12. Jangan ikutkan aku dalam masalahmu yang tidak ada kaitannya dengan aku. Kau marah pada  yang lain, aku kena imbasnya.

  13. Aku ingin kau sayangi dan cintai karena engkaulah yang ada di kehidupanku dan masa depanku.

Kita perlu merenungkan kata-kata kasaryang sering keluar saat marah. Bagi orangtua yang biasa mengeluarkan kata-kata seperti itu sebaiknya sadar, berhenti, dan bertobat. Sadarlah bahwa setiap kata yang keluar dari mulutmu wahai orangtua adalah doa. Karena itu harusnya memang teguran itu bersifat membangun dan bukan mematikan karakter dan semangat masa depan anak.
Beberapa anak kadang merasa nyaman kalau ibu atau ayahnya tidak ada di rumah, karena tidak ada orang yang ribut dengan persoalan-persoalan mereka. Maksudnya ialah ada banyak orangtua yang terlalu banyak bicara menggurui ketimbang menjadi sosok teladan yang baik bagi mereka. Karena itu, lebih baik sedikit bicara tapi banyak mendengar. Anak ingin dan butuh untuk juga didengarkan saatmenyampaikan  persoalan dan masalah mereka. Ada baiknya kita simak cerita berikut ini:

Alkisah seorang tukang bangunan yang telah bekerja bertahun-tahun lamanya, bekerja ikut pemborong. Iapun bermaksud mengajukan pensiun supaya ia mempunyai banyak waktu untuk keluarga. Si pemborong berkata, “Saya menyetujui permohonan anda dengan syarat, anda bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum anda pensiun”. Ia mengerjakan rumah itu dengan asal-asalan dan asal jadi. Si tukang bangunan membangun sebuah rumah karena kejar target. Setelah selesai bangunan terakhir yang ia buat, ia kemudian menyerahkan kunci rumah kepada sang pemborong. Sang pemborongpun tersenyum dan berkata: “Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku.” Betapa terkejutnya tukang bangunan itu, karena rumah terakhir yang dikerjakan  dengan asal-asalan ternyata dihadiahkan untuknya.

Mendidik anak adalah ibarat sedang membangun rumah masa depan sebuah keluarga untuk kita tempati dan nikmati hari ini dan untuk yang akan datang. Jangan sampai kelak kita menyesal karena kita menempati dan menikmati rumah yang kita bangun asal-asalan. Karena itu, bangunlah dengan kesungguhan hati dan dengan mencurahkan seluruh tenaga, kemampuan dan perhatian. Bangunlah masa depan anak, dengarlah persoalan, keperluan dan kebutuhan mereka. Buatlah rumah kita menjadi tempat yang dirindukan nyaman untuk tinggal dengan tenteram, rukun dan damai.


Diposting tanggal 12 Sep 2018

Daftar Artikel

Pemazmur meyakini dan mengimani bahwa ketika ia berada dalam kecemasan dan merasa tidak sanggup lagi.....

Selengkapnya ..

Bacaan kita hari ini di mulai dengan kata “orang bodoh”. Dalam bahasa Ibrani, kata ini b.....

Selengkapnya ..

Yesus yang menggambarkan diri sebagai gembala juga menegaskan bahwa Ia mengenal dengan baik domba-do.....

Selengkapnya ..

Sejak awal, orang-orang percaya sudah bergumul dengan ajaran sesat dan guru-guru palsu. Bahkan jauh .....

Selengkapnya ..

Pemazmur menyebut orang-orang tersebut sebagai orang bebal yang tidak berakal budi (ay.1). Tindakan .....

Selengkapnya ..

Kisah “Orang Kaya Sukar Masuk Sorga” adalah salah satu bagian dari pengajaran Tuhan Yesu.....

Selengkapnya ..

Dalam usia muda, Timotius sudah sangat di percaya oleh Paulus. Tidak tanggung-tanggung, ia dipercaya.....

Selengkapnya ..

Surat yang di kirim Paulus kepada Timotius memperlihatkan bahwa peran seorang gembala tetaplah penti.....

Selengkapnya ..

Pemazmur mengungkapkan bagaimana Allah murka dengan orang-orang yang tidak sanggup menghargai pemimp.....

Selengkapnya ..

Dalam pengajaran-Nya tentang kerajaan surga Yesus menegaskan bahwa pada akhirnya akan ada dua saja k.....

Selengkapnya ..

Dalam suratnya kepada orang-orang percaya di Kolose dan Laodikia Paulus menyebut banyak nama. Bersam.....

Selengkapnya ..

Salah satu hal yang sangat menonjol dalam kehidupan gereja perdana adalah semangat untuk saling meno.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...