Jumat, 28 September 2018 Yakobus 4:1-7 SEMUA KARENA NAFSU
Jumat, 28 September 2018 Yakobus 4:1-7
SEMUA KARENA NAFSU
Dari Sumatra Utara, beberapa waktu yang lalu, ada berita yang sangat miris. Seorang oknum hamba Tuhan membunuh anak angkatnya, seorang mahasiswi di kamar mandi gereja. Semua Orang bertanya-tanya, “Mengapa seorang yang mengenal kebenaran dan mengajarkannya, justru melakukan yang dilarang Firman TUHAN. Sangat miris. Rupanya, diantara mereka ada perbuatan yang tidak berkenan dengan Firman Tuhan yang membuat oknum hamba TUHAN itu tega membunuh anak angkatnya sendiri.
Dengan sangat tegas Yakobus menuliskan peringatan ini, jangan bersahabat dengan dunia, karena semuanya itu akan menuju kepada kehancuran (ay.4). Karena bersahabat dengan dunia berarti permusuhan dengan Allah. Bukan berarti membenci dunia dan sesama manusia, tetapi keinginan-keinginan duniawi yang pada akhirnya menimbulkan kemarahan, percabulan, pertengkaran, iri hati, fitnah (ay.1-2). Itu berasal dari hawa nafsu yang menguasai manusia. Jika kita bersahabat dengan keinginan duniawi maka otomatis bermusuhan dengan kehendak Allah (ay.5). Untuk melawan kehendak Iblis, kita membutuhkan pertolongan TUHAN. “Allah mengasihi orang yang rendah hati,...untuk itu tunduklah kepada Allah maka si iblis akan lari (ay.6,7)
Siapa pun bisa dan mungkin terperosok sangat dalam seperti oknum di atas. Tidak terkecuali kita, apa pun status, apa pun jabatan, apa pun latar belakang sosial. Tidak ada jaminan apa pun kecuali yang disebutkan Yakobus, kasih karunia Allah yang telah dianugerahkan kepada kita. Itulah jaminannya. Dan dengan kasih karunia itu, mari bermusuhan dengan segala hawa nafsu duniawi dan bersahabat dengan Allah dan melakukan kehendak-Nya dengan sukacita. Musuh kita yang sesungguhnya ialah segala hawa nafsu. Amin
Diposting tanggal 21 Sep 2018
