Sabtu, 22 September 2018 1 Raja-Raja 22:13-23 SUARA TERBANYAK
Sabtu, 22 September 2018 1 Raja-Raja 22:13-23
SUARA TERBANYAK
Untuk menentukan satu keputusan, umumnya tergantung pada suara terbanyak dan biasanya mengabaikan jumlah suara yang sedikit. Demi menyenangkan hati orang banyak, maka suara terbanyak itu sering menjadi rujukan sekalipun suara terbanyak tersebut belum tentu benar.
Begitulah yang terjadi pada Ahab dalam pembacaan kita hari ini. Dalam rencana penyerangannya, ia mau supaya niatnya diramalkan dan disetujui oleh semua nabi. Ia tidak tergantung pada apa yang Tuhan mau. Diperkirakan empat ratus orang nabi yang dikuasai “roh dusta” sehingga menyenangkan hatinya karena mereka semua sepakat pada apa yang ia kehendaki (ay.6,12-13). Yosafat yang diajak oleh Ahab untuk ikut berperang dengan kepekaan rohaninya mengenali bahwa nabi-nabi itu berdusta dan meminta Ahab mencari lagi nabi yang lain yang benar-benar hamba Tuhan (ay.7-8). Ahab melalui suruhannya memaksa nabi Mikha, untuk ikut-ikutan pada semua nabi yang telah sepakat meramalkan kehendak raja (ay.13). Dengan ketaatannya kepada Tuhan, maka Mikha mengatakan apa maunya Tuhan atas rencana itu. Ia tidak menyetujui sekalipun pada awalnya ia berkata-kata sesuai dengan kata-kata para nabi yang banyak itu. Tetapi sekalipun demikian, Ahab tetap ngotot untuk melanjutkan rencananya. Ia mengutamakan suara terbanyak padahal ia sendiri sadar dan membutuhkan Firman Tuhan dan sadar terhadap apa yang disampaikan nabi Mikha (ay.8,16). Dan pada akhirnya ia mati karena perbuatanya itu.
Kisah ini mengajak kita mengambil suatu keputusan, bahwa tidak selamanya suara terbanyak itu adalah yang terbaik. Karena itu sangat perlu mendalami lebih jauh dan paling penting ialah mendasarkannya pada kehendak Tuhan. Amin
Diposting tanggal 21 Sep 2018
