Jumat, 25 Januari 2019 Nehemia 2:1-10 BERDOA DAN BEKERJA Massambayang na Mengkarang
Jumat, 25 Januari 2019 Nehemia 2:1-10
BERDOA DAN BEKERJA
Massambayang na Mengkarang
Suatu hari, seorang anak dengan pakaian yang lusuh pergi ke gereja untuk beribadah sekolah minggu. Namun karena penampilannya, ia ditolak dengan alasan tidak ada lagi tempat untuk dia. Setiap minggu dia pergi dengan harapan bisa mendapat tempat untuk beribadah, namun alasan yang sama selalu dilontarkan kepadanya. Di depan gereja dia menangis karena tidak bisa masuk untuk beribadah. Pak pendeta yang kebetulan lewat, melihat anak ini dan bertanya, “mengapa engkau menangis?”. Anak itu pun menjelaskan hingga sang pendeta dapat mengerti. Ia mengajak anak ini masuk ke gereja dan menyuruhnya duduk. Dua tahun kemudian anak ini meninggal. Pada ibadah pemakaman, sang ibu memberikan sebuah dompet yang lusuh kepada pendeta, yang isinya adalah uang Rp. 10.000,- dengan catatan uang ini untuk membantu pembangunan gereja”. Sang ibu bercerita, betapa anak ini terus berdoa untuk pembangunan gereja, sambil juga selalu menyisihkan uangnya yang amat terbatas untuk hal tersebut. Kisah tentang doa dan kesungguhan sang anak dalam mengupayakan pembangunan gereja ternyata kemudian mendorong banyak orang lain juga untuk berbuat serupa. Gigih dalam berdoa dan berupaya untuk pembangunan gereja.
Nehemia terdorong untuk melibatkan diri secara aktif dalam menyelesaikan masalah yang ada di Yerusalem. Dia terus bergumul dan berdoa kepada Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan akan mengabulkan doanya, yakni agar ia mendapat belas kasihan sang raja. Akhirnya Nehemia mendapat tanggapan positif dari sang raja. Raja menyediakan berbagai kebutuhan Nehemia dalam menyatakan pertolongan bagi mereka yang berada di Yerusalem.
Berdoa dan bekerja dengan sungguh haruslah berjalan seiring. Kita harus mendoakan apa yang kita kerjakan, serta mengerjakan apa yang kita doakan.
Diposting tanggal 17 Jan 2019
