Sabtu, 26 Januari 2019 Nehemia 5:1-13 KEPEDULIAN YANG MEMULIHKAN Kamamasean tu Melendokan
Sabtu, 26 Januari 2019 Nehemia 5:1-13
KEPEDULIAN YANG MEMULIHKAN
Kamamasean tu Melendokan
“…Allah mengerti, Allah peduli segala persoalan yang kita hadapi. Tak akan pernah dibiarkan-Nya ku bergumul sendiri, s’bab Allah peduli”. Syair indah yang sering dinyanyikan dalam kehidupan penuh pergumulan ini, tentu saja bukan sekedar kata-kata indah tanpa makna, sebab kepedulian Allah sungguh nyata.
Ketika pembangunan tembok Yerusalem dalam proses pengerjaan, ada kenyataan yang muncul bahwa banyak orang Yahudi yang hidup dalam kemiskinan. Untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman, mereka harus menggadaikan ladang, kebun anggur, rumah, bahkan menjual anak-anak mereka untuk dijadikan budak (ay. 2-3). Untuk membayar pajak kepada raja, mereka terpaksa harus meminjam uang pada rentenir dan ini berujung pada hutang. Kondisi ini membangkitkan keprihatinan Nehemia. Sebagai orang yang diutus oleh Allah, ia harus menegakkan keadilan dan kebenaran Taurat Allah di tengah-tengah bangsanya. Atas anugrah Allah, Nehemia pun berani untuk berseru kepada para pemerintah agar mengembalikan hak orang-orang Yahudi yang telah dirampas dari mereka. Mereka diminta untuk berkomitmen terhadap janji mereka. Sehingga apa yang dilakukan Nehemia memulihkan kembali keadaan mereka dan untuk kesemuanya itu mereka bersorak dan memuji Tuhan.
Kepedulian Nehemia terhadap orang-orang yang tertindas memberikan kita keteladanan bahwa mengikut Tuhan berarti peduli pada keadaan yang dialami oleh orang-orang yang ada di sekitar kita. Yesus dalam pelayanan-Nya juga memperlihatkan keteladanan bagi kita. Ia sangat peduli pada yang lemah dan tak berdaya. Keadaan itu dibuktikan dengan sungguh, ketika Ia rela mengorbankan hidup-Nya untuk manusia yang tidak berdaya karena dosa dan memulihkan kembali keadaan manusia.
Diposting tanggal 17 Jan 2019
