Senin, 21 Januari 2019 Mazmur 145:8-13 KESETIAAN KASIH TUHAN Kamakaritutuan Pa’kaboro’Na Puang
Selasa, 22 Januari 2019 Kidung Agung 4:1-8
CINTA SEJATI
(Kamamaliran Tongan)
Sang pujangga berkata bahwa “Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, bagai sayur yang tak bergaram. Tanpa cinta hidup pun terasa kosong, karena cinta punya daya”. Bacaan hari ini memperlihatkan bagaimana sebuah cinta itu dinyatakan.
Kidung Agung 4:1-8 adalah sebuah syair yang dituliskan untuk memuji kecantikan luar biasa yang dimiliki oleh mempelai perempuan. Segala sesuatu yang ada pada mempelai perempuan dipandang luar biasa dan tak bercela (ay. 7). Pujian ini merupakan ungkapan kasih Allah kepada umat-Nya yang telah diciptakan-Nya, dijadikan milik-Nya dan senantiasa dipelihara oleh-Nya. Pujian ini juga menggambarkan kekuatan dan kesetiaan cinta sejati Allah kepada umat-Nya. Pujian ini memperlihatkan bagaimana keberadaan umat dalam pandangan Tuhan.
Firman Tuhan kali ini menyadarkan kita, bahwa Tuhan sungguh mencintai manusia yang adalah ciptaan kecil dan mungkin sering menyakiti hati-Nya. Sekalipun manusia terbatas, namun Ia tetap memuji keindahan manusia. Dia menutupi kelemahan umat manusia dengan cinta dan pujian-Nya. Cinta sejati Allah yang dituangkan dalam pujian membuktikan bahwa cinta sejati itu tidak egois, mendahulukan kepentingan orang lain, tulus dalam memberi, tidak mengharap balasan, murni dan melakukan segala sesuatu sepenuhnya demi orang yang dicintai.
Kasih Kristus sudah membuktikan hal itu. Dia sungguh mencintai umat-Nya. Ia yang adalah Tuhan rela meninggalkan kemuliaan-Nya dan merasakan penderitaan yang luar biasa, demi kasih-Nya kepada manusia. Ia ingin agar kita bisa merasakan, bahwa kita dicintai. Saat ini Tuhan Yesus menanti kita untuk menyambut cinta-Nya. Ia menunggu kita untuk membuka hati kita menerima cinta sejati-Nya.
Diposting tanggal 17 Jan 2019
