Kamis, 24 Januari 2019 Yesaya 61:1-8 KABAR BAIK Kareba Mepakarannu
Kamis, 24 Januari 2019 Yesaya 61:1-8
KABAR BAIK
Kareba Mepakarannu
Seorang ibu sedang menunggu anak-Nya yang dinyatakan hilang. Setiap detik dia memperhatikan jam dan hp-nya secara bergantian. Dia panik dan merasa cemas akan keadaan anaknya. Pikirannya tidak karuan. Dia merasa tertekan dengan sebuah tanggung jawab sebagai seorang ibu yang tidak mampu menjaga sang anak. Dengan gelisah dia terus menunggu kabar dari polisi dan sang suami yang mencari anaknya. Setelah lama menunggu akhirnya dia mendapatkan kabar baik, bahwa anaknya telah ditemukan dengan selamat. Seketika itu juga dia bersukacita mendengar kabar baik yang disampaikan kepadanya.
Jika kita menyimak inti berita yang disampaikan oleh Yesaya “Kabar selamat kepada Sion”, maka sesungguhnya Yesaya menyadari dirinya sebagai utusan Allah. Kuasa Roh Allah menyertainya, untuk menyampaikan kabar baik itu kepada umat Allah. Tujuan Allah mengutus hamba-Nya adalah untuk membebaskan umat-Nya dari penderitaan, dan membangun kembali kehidupan umat-Nya. Berkat Allah akan menjadikan Sion sebagai Kota Allah. Sion akan dibangun kembali dari reruntuhan dan dipulihkan statusnya sebagai umat Allah yang kelak akan dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa. Pemulihan itulah yang disebut “tahun rahmat Tuhan” .
Di tengah berbagai macam persoalan dan pergumulan kehidupan, kabar baik selalu dirindukan oleh semua orang. Yesus adalah kabar baik bagi manusia yang berdosa. Ia melepaskan orang-orang yang menderita di dalam kutuk dosa dan membebaskan manusia dari belenggu yang membawa pada maut. Sebagai orang percaya kita memiliki tanggung jawab untuk bersaksi dan menyampaikan kabar baik itu kepada dunia di sekitar kita. Kita ingin agar kabar baik itu dapat memberi sukacita dalam kehidupan orang-orang yang menderita karena berbagai hal.
Diposting tanggal 17 Jan 2019
