Bahan Khotbah Minggu Tanggal 8 Desember 2019 Adven 2 KEMULIAANNYA MENJANGKAU SEMUA Mintu’na naluang Kamala’birann-Na
Bahan Khotbah Minggu Tanggal 8 Desember 2019
(Adven 2)
KEMULIAANNYA MENJANGKAU SEMUA
Mintu’na naluang Kamala’birann-Na
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 72:1-11 |
| Bacaan 1 | : Yesaya 11:1-10 |
| Bacaan 2 | : Roma 15:1-13 (Bahan Utama) |
| Bacaan 3 | : Matius 3:1-12 |
| Nas Persembahan | : Amsal 3:9-10 |
| Petunjuk Hidup Baru | : Yesaya 41:13 |
Tujuan:
- Jemaat memahami kasih Allah yang menyelamatkan dunia dalam Yesus Kristus.
- Jemaat memberlakukan kasih Allah yang melampaui batas-batas diri, kelompok dan agama.
Pemahaman Teks
Mazmur 72:1-11 merupakan doa bagi rajasebagai hakim yang memihak kepada yang lemah dan tertindas sertamembawa sejahtera bagi masyarakat bahkan umat manusia secara keseluruhan.
Yesaya 11:1-10 menubuatkan datangnya generasi baru (tunas/pangkal Isai) yangberbuah dan mulia karena Roh Tuhan ada padanya. Ia juga penuh hikmat, pengertian, nasihat dan mengenal serta taat kepada Tuhan. Kepemimpinannya benar dan jujur, sehingga tercipta keadilan dan damai sejahtera di muka bumi, serta bangsa-bangsa pun menikmati kemuliaan-Nya.
Roma 15:1-13 Yesus Kristus menghendaki semua orang percaya bahkan semua umat manusia dipersekutukan. Perbedaan orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain diikat oleh kasih yang sama yaitu kesetiaan hanya kepada Kristus saja. Keselamatan pertama-tama kepada bangsa Yahuditetapi kasih dan rahmat Allah di dalam Kristus berlaku juga untuk bangsa-bangsa lain. Paulus mengutip 4 bagian Perjanjian Lamayakni Mzm. 18:50; Ul. 32:42; Mzm.117:1, Yes.11:10, sebagai bukti bahwa bangsa-bangsa lain dapat menerima keselamatan dari Allah. Karena Kristus Juruselamat bagi dunia, maka gereja-gereja juga mesti menjadi gereja yang terbuka bagi dunia.
Matius 3:1-12 menceritakan tentang Yohanes yang memberitakan pertobatan karena penghakiman sudah dekat. Kapak dan penampi akan membersihkan orang yang tidak mau bertobat. Baptisan menjadi tanda baru keselamatan, sebab warisan keyahudian yang dibanggakan selama ini sudah tidak cocok lagi. Yesuslah sang Mesias yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan api. Dialah yang akan menjadi hakim atas orang Yahudi.
Korelasi seluruh bacaan menyatakan, bahwa penyelamatan dalam Yesus Kristus menjadi kesaksian betapa Allah hendak menyelamatkan danmempersatukan umat manusia. Hal itu telah ditulis dan diberitakankitab PL (Rm.15:4,9-12). Allah sendiri akan bertindak atas kegagalan umat-Nya (Mzm.72:1-7 dan Yesaya 11:1-11). Israel mesti bertobat atas ketidakmampuannya mengemban status mereka sebagai saluran berkat bagi dunia. Pembaruan segera dimulai dan dilaksanakan melalui baptisan dan penghakiman (Mat.3:12). Kuasa dan kemuliaan Allah berlaku bagi bangsa-bangsa dan bukan hanya bagi bangsa Israel (Rm. 15:9). Rencana Allah itu seharusnya dimulai dari umat-Nya sebagai model pemberlakuan kasih dan persekutuanbagi dunia. Dunia membutuhkan kasih dan persekutuan agar dunia disembuhkan dari perseteruan, pertengkaran, peperangan dan konflik yang merusak kehidupan bersama. Dunia membutuhkan kekuatan dan kemampuan dalam menatap dan memberlakukan harapan, sukacita dan damai sejahtera.
Pokok-Pokok yang dapat dikembangkan
- Kristus menghendaki persekutuan yang tulus ikhlas
Semua pihak dalam jemaat mestinya saling menerima sekalipun mereka memiliki latar belakang yang berbeda-beda (bdk pasal 14:1 soal yang lemah dan kuat imannya). Warga jemaat harus saling menerima, karena Kristus lebih dahulu menerima setiap orang tanpa mempersoalkan latar belakangnya. Ukuran-ukuran lama yang dipakai menilai sesama, tidak berlaku lagi. Cara pandang lama yang berdasarkan cara pandang masing-masing hanya menambah persoalan dan memperkeruh serta mengancam perpecahan dalam jemaat.
Kristus sendiri yang adalah Tuhan telah berkenan menerima tiap orang. Oleh karena itu, setiap orang yang telah diterima Kristus tanpa syarat, mestinya juga menerima dan mengakui orang lain demikian. Jadi penerimaan seorang dengan yang lainnya merupakan juga cara dan bentuk pengabdian dan kesetiaan kepada Allah (bnd.Yoh.14:10-14;17:22-23). Kesediaan menerima sesama tanpa syarat merupakan cara kita memperlihatkan ketaatan dan memuliakan Allah. Dengan demikian orang percaya mempunyai cara hidup bersama yang khas, memiliki daya tarik tersendiri dan berbeda dengan persekutuan apapun di dunia ini. Masyarakat Indonesia dengan Pancasila-nya mampu bersatu dan hidup bersama meskipun latar belakangnya sangat majemuk (suku, agama, ras-etnis). Gereja yang adalah tubuh Kristus (1 Kor.3:11) dan Keluarga Allah, semestinya lebih mampu mempersekutukan segenap anggota (bnd. Kol.3:11; Ef.2:14)
Aplikasi:
Apakah persekutuan kita masih mempunyai daya tarik tersendiri sehingga warga jemaat bersemangat menjalani kehidupan bersama? Pelayanan seperti apakah yang dilakukan agar masa-masa adven tahun ini menunjukkan kehangatan baru dan ciri khas bukti kerelaan saling menerima satu dengan yang lain tanpa syarat-syarat tertentu?
Kasih itu dinyatakan kepada semua orang di seluruh dunia itulah kebenaran Allah. Secara umum, saling menerima dalam masyarakat lebih didasarkan pada faktor-faktor kekerabatan dan kepentingan-kepentingan yang menguntungkan. Tetapi saling menerima dalam jemaat berdasarkan penerimaan Allah di dalam Yesus Kristus. Saling menerima bukan lagi sekedar kegiatan sosial tetapi norma kristen yang menjadikan Kristus sebagai titik pandang baru!
2. Gereja yang terbuka bagi dunia (ay.8-12)
Di dalam Kristus Allah bermaksud menyelamatkan seluruh dunia. Bukan hanya berpengaruh dalam kehidupan bersesama dalam jemaat, tetapi menjalar dan menjadi percontohan bagi dunia. Kristus telah menjadi pelayan melalui kehadiran dan karya-Nya di lingkungan Israel. Allah setia memenuhi janji-Nya dan itulah kebenaran, yakni Dia tetap datang kepada bangsa yang tidak setia dan menolak diri-Nya (bnd.Mat. 3:1-12). Hal tersebut menjadi bukti, bahwa keselamatan pertama-tama bagi orang Yahudi. Tetapi keselamatan itu yaitu kesetiaan dan kebenaran ALLAH di dalam Yesus Kristus berlaku juga bagi bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa lain menerima juga rahmat keselamatan (bnd. Yes. 11:1-10). Kedatangan Yesus Kristus sebagai juruselamat dunia sudah diberitakan oleh Allah melali Firman-Nya sebagaimana dalam ayat 9b-12.
Aplikasi:
- Kelahiran atau kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia adalah untuk menggenapi dan memastikan bahwa rencana penyelamatan Allah yang telah dinubuatkan dan dijanjikan dalam kitab-kitab Perjanjian Lama, akan dipenuhi. Allah tetap setia sekalipun umat-Nya tidak setia. Dalam rangka perayaan adven 2 ini, bentuk pelayanan seperti apa yang hendak gereja praktekkan sebagai cara untuk membuktikan bahwa orang percaya merupakan orang-orang yang setia dalam janji dan perkataannya?
- Bagaimana gereja mendidik warga menjadi pengikut yang kokoh dan teguh mengakui, bahwa Yesus Kristus itulah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat (Yoh.14:6) dan sekaligus pula menjadi murid-murid yang mampu menghargai dan bekerja sama dengan orang-orang yang keyakinan lain (Yoh.3:16, Kis. 10:34). Banyak orang yang teguh dengan imannya tetapi sering mengkafirkan dan menghakimi orang lain. Demikian pula sebaliknya, demi agama orang lain (atas nama toleransi), lalu tidak memiliki kepastian keselamatan dalam Yesus Kristus.
- Gereja mempersiapkan warganya sebagai orang-orang yang dimampukan keluar dari sikap pementingan diri sendiri dan menjadi pelopor memperjuangkan kehidupan bersama. Gereja menjadi pelopor penyelamatan lingkungan dan duta pembawa damai sejahtera di bumi, kini dan akan datang (bnd. Yes.10:1-11 dan Maz.72:8-12). Pada bulan Desember, Toraja ramai dengan orang-orang dan aneka ragam kegiatan (rambu tuka’ dan rambu solo’). Perenungan menarik, ialah bentuk pelayanan seperti apa yang gereja perlu wujudkan, agar perayaan-perayaan sepanjang Desember dapat menjadi kesempatan bagi gereja guna memperlihatkan iman percaya kepada Yesus Kristus, serta memiliki cara hidup yang unik seperti yang diajarkan oleh Firman Tuhan?
Diposting tanggal 04 Dec 2019
