Kamis, 19 April 2018 Kejadian 30:25-43 TAKTIK YANG TIDAK JUJUR
Kamis, 19 April 2018 Kejadian 30:25-43
TAKTIK YANG TIDAK JUJUR
Ketika menulis topik ini, sedang terjadi peristiwa menghebohkan. Mobil yang ditumpangi ketua DPR-RI, Setya Novanto, menabrak tiang listrik. Kecelakaan yang melibatkan Setya Novanto, tersangka untuk kedua kalinya dalam kasus mega korupsi e-KTP, dianggap hanya sedang bersandiwara untuk menghindari penangkapan KPK. Spekulasi ini bermunculan dalam berbagai bentuk gambar meme di media sosial. Mungkin terlalu dini berkesimpulan demikian bahwa kecelakaan ini hanya sandiwara. Tetapi rasanya memang di negeri ini banyak orang sedang bermasalah dengan kejujuran. Sulit menemukan orang jujur. Kalaupun ada, hanya kelihatan jujur. Pada kenyataannya kejujurannya dipoles sedemikian rupa atau dipenuhi taktik.
Siapa yang tidak mengenal Yakub. Ia adalah salah satu leluhur Israel. Yakub terkenal dengan kepiawaiannya menyusun taktik yang kadang lebih bernuansa penipuan. Kelihatannya memang jujur, tetapi sesungguhnya penipuan. Contohnya dalam perikop ini. Dia jujur meminta upah kepada Laban, mertuanya, setelah sekian lama bekerja pada Laban. Dia minta segala ternak yang bertanda khusus: seluruh kambing yang berbintik dan berbelang serta domba yang berwarna hitam (ay.32). Seolah belum puas dengan yang sudah didapatkan, Yakub menyusun taktik. Dia menggunakan dahan hijau pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, untuk merekayasa kelahiran kambing domba. Kambing domba yang berkelamin di dekat dahan pohon tersebut, melahirkan anak yang bertanda khusus (ay.37-40).
Bagaimana strategi atau taktik kita memperoleh segala sesuatu termasuk harta? Samakah dengan Yakub? Kita tidak perlu ragu mempraktikkan pola hidup jujur. Yakinlah bahwa keberhasilan yang diperoleh dengan kejujuran akan membahagiakan dan terlebih akan diberkati oleh Tuhan. Amin
Diposting tanggal 12 Apr 2018
