Selasa 17 April 2018 Hosea 5:15-6:6 IBADAH YANG BERKENAN DI HATI TUHAN
Selasa, 17 April 2018 Hosea 5:15-6:6
IBADAH YANG BERKENAN DI HATI TUHAN
“Aluk na dialuk-alukki”. Pernyataan dalam bahasa Toraja tersebut, secara sederhana dapat berarti sebuah perbuatan ritus atau peribadatan yang dilaksanakan secara tidak serius. Banyak dipermainkan. Mungkin termasuk di dalamnya apabila melaksanakan peribadatan hanya sekedar memenuhi aturan saja. Biasa disebut peribadatan yang mekanistis saja. Dalam praktik peribadatan seperti ini, tentu tidak akan memengaruhi praktik hidup sehari-hari. Perbuatan moral tidak mencerminkan perilaku peribadatan.
Nabi Hosea menyoroti perilaku peribadatan umat Israel. Umat sangat rajin melaksanakan ibadah, lengkap dengan segala ritus korban. Walaupun umat rajin beribadah, tetapi hati mereka jauh dari Tuhan. Perilaku kehidupan sehari-hari tidak mencerminkan umat yang setia beribadah. Karena itu, Nabi Hosea menyerukan supaya umat benar-benar kembali kepada Tuhan. Dia adalah Tuhan yang akan memulihkan keadaan Israel (ay.1,2). Dia ingin supaya umat benar-benar memiliki kasih setia dan berusaha sungguh-sungguh mengenal-Nya (ay.3). Dari pada umat sibuk dengan ibadah yang tidak berkenan kepada Tuhan, lebih baik berusaha memiliki kasih setia dan mengenal Tuhan (ay. 6).
Bagaimana dengan ibadah kita? Tidakkah sama dengan ibadah Israel yang disorot oleh Nabi Hosea. Ibadah sejati bukan hanya ibadah dalam bentuk ritus, tetapi ibadah yang meliputi seluruh aspek hidup sehari-hari. Percuma melaksanakan peribadatan secara khusuk apabila dalam kehidupan sehari-hari justru dipenuhi praktik moral yang bobrok. Itulah yang dimaksud pernyataan diawal “aluk na dialuk-alukki”, Ibadah seolah-olah hanya dipermainkan. Ibadah sejati pasti bermuara pada praktik hidup yang memuliakan Tuhan. Amin
Diposting tanggal 12 Apr 2018
