Senin 16 April 2018 Mazmur 150:1-6 MELIHAT KE ARAH TUHAN
Senin, 16 April 2018 Mazmur 150:1-6
MELIHAT KE ARAH TUHAN
Sejak dari Sekolah Minggu, kita sudah diperkenalkan bahwa segala makhluk bisa memuji Tuhan. Burung yang berkicau dapat diartikan sebagai cara makhluk tersebut mengungkapkan pujiannya. Begitupun dedaunan pohon yang bergoyang, dimaknai seolah sedang bertepuk tangan memuji Sang Penciptanya.
Sebagai pujian penutup seluruh kitab Mazmur, pasal 150 ini berisi ajakan untuk memuji Tuhan. Ajakan tersebut diungkapkan melalui perkataan Haleleuya atau pujilah Tuhan. Rupanya dalam bahasa Ibrani, Haleluya secara harafiah sebenarnya berarti melihat ke arah Tuhan. Jadi Haleluya atau pujilah Tuhan berarti mengajak umat untuk mengarahkan perhatian kepada Tuhan. Maka dalam hal ini, penulis mazmur merinci mengapa patut mengarahkan perhatian pada Tuhan, yakni: Tuhan itu berada dalam tempat kudus-Nya, punya-Nyalah cakrawala yang kuat (ay.1), perbuatan-Nya perkasa, keagunganNya besar (ay.2, BIS). Umat dapat menggunakan alat musik (disini disebutkan: terompet, gambus, kecapi, rebana, seruling, ceracap, canang) untuk mengungkapkan ekspresi pujian kepada Tuhan (ay.3-5). Dan akhirnya ajakan ini diakhiri dengan ajakan kepada segala makhluk. Segala yang bernafas diajak untuk turut serta dalam perarakan memuji Tuhan (ay.6).
Jikalau sejak kecil kita sudah mengetahui bahwa memang segala makhluk diajak serta memuji Tuhan, maka pengetahuan tersebut mestinya semakin memotivasi pujian kita. Hanya saja, penulis mazmur mengajak kita lebih dari sekedar ungkapan puji-pujian. Pujian kita harus dimaksudkan sebagai wujud mengarahkan pandangan kepada Tuhan. Menyaksikan segala kebesaran-Nya, mengungkapkan kekaguman, kemudian timbul kebergantungan kepada-Nya. Amin
Diposting tanggal 12 Apr 2018
