Sabtu, 14 April 2018 Lukas 22:24-30 MENJADI YANG TERBESAR
Sabtu, 14 April 2018 Lukas 22:24-30
MENJADI YANG TERBESAR
Apabila bertanya kepada anak-anak usia sekitar 4-6 tahun, mau jadi apa nanti apabila sudah besar, pada umumnya anak-anak akan menyebutkan cita-cita berupa gelar atau pekerjaan tertentu. Mungkin dalam pemahamannya, cita-cita tersebut akan membuatnya menjadi orang besar. Ternyata sejak kecil sudah ada kecenderungan memahami bahwa ukuran seseorang disebut besar terletak pada gelar, jabatan, maupun pada pekerjaannya. Ukuran begitu tentu tidak salah, tetapi tidak cukup sampai di situ. Seseorang disebut besar bukan karena seluruh pencapaianya semata, tetapi karena nilai-nilai moral yang dilakukannya. Ibu Theresia dari India melegenda sebagai seorang tokoh besar dunia. Bukan karena gelar atau jabatan yang tinggi, tetapi karena melayani orang-orang yang terabaikan dengan penuh kasih.
Tuhan Yesus dan murid-muridNya sedang berada di meja perjamuan Paskah. Sambil perjamuan dilaksanakan, ternyata para murid sedang berdebat tentang siapa yang terbesar di antara mereka (ay.24). Dalam konsep mereka, yang terbesar berarti yang menduduki kedudukan yang terbaik yaitu paling dekat kepada Sang Guru mereka. Apa lagi konsep yang dianut bahwa guru mereka sebagai Mesias pada akhirnya akan mendirikan kerajaan Israel secara politik. Tuhan Yesus membongkar pemahaman keliru para murid-Nya dengan mengatakan bahwa yang terbesar adalah mereka yang memiliki jiwa melayani (ay.26,27).
Apakah saudara ingin menjadi yang terbesar? Keinginan itu tidak salah. Namun perlu saudara memahami bahwa kebesaran seseorang tidak diukur semata-mata pada gelar, kedudukan, harta dan lain sebagainya. Ukurannya menurut Yesus ialah sejauh mana kita menyatakan pelayanan satu dengan yang lain. Amin
Diposting tanggal 12 Apr 2018
