Sabtu 7 April 2018 Yohanes 12:44-50 KERAGU-RAGUAN
Sabtu, 7 April 2018 Yohanes 12:44-50
KERAGU-RAGUAN
Dalam KBBI kata ‘ragu’ berarti tidak tetap hati; bimbang, baik dalam mengambil keputusan maupun untuk bertindak. Keragu-raguan terkadang menerpa setiap orang. Ragu terhadap pasangan hidup, ragu terhadap rekan kerja, dsb. Contohnya saja dalam hubungan antara bos dan karyawan, ketika seorang karyawan tidak menunjukkan loyalitasnya dalam bekerja, ya wajar jika si bos ragu untuk memberikan kepercayaan penuh mengelola pekerjaan berikutnya. Tetapi jika si karyawan dapat membuktikan kemampuannya dalam setiap menyelesaikan tugas, pastinya si bos merasa senang.
Tuhan Yesus memberikan kesaksian tentang diri-Nya. Dia menyatakan bahwa Dialah terang yang diutus Bapa ke dalam dunia ini. Bahkan jauh sebelumnya para rasul telah memberi kesaksian melalui berita Injil bahwa Tuhan Yesus melakukan banyak mujizat untuk kebaikan dan untuk memuliakan Bapa. Apa yang Tuhan Yesus lakukan memang sangat berdampak, Ia memiliki banyak pengikut bahkan para pemimpin baik dari orang Yahudi maupun orang Yunani dan orang Farisi percaya kepada Yesus. Hanya saja para pemimpin itu tidak menampakkan kepercayaan mereka kepada Yesus di depan orang banyak, sebab mereka takut untuk dikucilkan. Itulah sebabnya Yesus memperingati mereka (baca ay. 47, 48). Para pemimpin-pemimpin pada saat itu lebih memikirkan kehormatan dari manusia dari pada kehormatan Allah. Dengan kata lain mereka lebih memikirkan hidup saat ini dari pada kekekalan yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita sungguh-sungguh percaya atau masih ragu? Jika kita telah percaya dan juga mengaku akan keberadaan Tuhan Yesus, semestinya hal itu kita nyatakan dalam hidup kita. Amin
Diposting tanggal 03 Apr 2018
