Bahan Khotbah Minggu Ke-49 Tanggal 6 Desember 2020 Adven 2 MENANTIKAN TUHAN DALAM KEBENARAN Untayan Puang lan Kamaloloan

 Bahan Khotbah Minggu Ke-49 Tanggal 6 Desember 2020
(Adven 2)
MENANTIKAN TUHAN DALAM KEBENARAN
Untayan Puang lan Kamaloloan

Bacaan Mazmur : Mazmur 85:1-14
Bacaan 1   : Yesaya 40:1-11
Bacaan 2   : 2 Petrus 3:8-18 (Bahan Utama)
Bacaan 3 : Markus 1:1-8
Nas Persembahan   : Amsal 3:9-10
Petunjuk Hidup Baru : 2 Petrus 3:9

 Tujuan :

  1. Jemaat memahami makna Hari Tuhan.
  2. Jemaat menantikan langit yang baru dan bumi yang baru dengan kewaspadaan
  1. Pemahaman Teks

Mazmur 85:1-14 adalah pujian kepada Allah atas tuntunan dan pemeliharaan- Nya kepada Israel. Di sini pemazmur menegaskan bahwa pembebasan dari Babel adalah bukti pengampunan Allah atas segala dosa dan kesalahan umat-Nya (ay.1-2). Namun demikian pembebasan dari Babel dan kembalinya mereka ke Israel, masih saja menyisakan pergumulan karena kesejahteraan umat masih jauh dari yang diharapkan. Pemazmur lalu mengingat dan membandingkan perbuatan Allah pada masa lalu kepada nenek moyang mereka ketika Tuhan menuntun keluar dari Mesir. Saat mereka telah menduduki tanah Kanaan, mereka hidup dalam kesejahteraan, sebagai bukti pemeliharaan Allah. Berbeda dengan apa yang dialami oleh mereka waktu pulang dari pembuangan di Babel. Karena itulah pemazmur sangat berharap dan merindukan rahmat Tuhan.

Yesaya 40:1-11 adalah bagian dari periode kedua nubuat nabi Yesaya tentang peristiwa besar yang akan segera terjadi. Bila pada periode pertama Yesaya menyampaikan hukuman Allah terhadap Israel karena pemberontakan dan dosa, yang kemudian menyebabkan mereka terbuang ke Babel, diperbudak dan menderita, maka nubuat pada periode kedua adalah nubuat pembebasan yang akan dianugerahkan kepada mereka. Sekian waktu di pembuangan telah membawa mereka pada kesadaran bahwa semua ini terjadi karena dosa dan pemberontakan terhadap Allah. Di sinilah terjadi perubahan dalam diri umat Allah. Dari titik ini mereka

merindukan pengampunan dan pembebasan dari Allah. Dalam ayat 1-2 dikisahkan Allah mengutus Yesaya untuk menyampaikan kepada umat-Nya berita penghiburan dan kabar sukacita yang menggembirakan umat Allah. Sedang dalam ayat 3-5, kabar gembira yang dikumandangkan itu disertai dengan jaminan bahwa Allah pasti memenuhi janji dan firman-Nya, sehingga sama sekali tidak ada kemungkinan untuk berubah. Umat Allah akan segera menikmati kemuliaan Allah meskipun masih harus menantikannya beberapa waktu dalam kesabaran .

Pada ayat 6-8, Yesaya bahkan menegaskan bahwa meskipun semua berubah, Firman Allah pasti tetap. Tetapi Yesaya harus menekankan bahwa Israel harus memahami bahwa pembebasan bukan karena kebaikan mereka, tetapi semata-mata karena anugerah Allah. Pada ayat 9-11, janji Allah inilah yang kemudian menjadi pegangan Yesaya untuk membangkitkan semangat dan masa depan. Perhambaan dan pergumulan mereka sudah berakhir, karena penebusan dari Allah akan memberi kepada mereka kebahagiaan. Yesaya menggunakan kalimat perbudakan “sudah berakhir” tetapi ternyata belum terjadi. Kata sudah dalam kalimat ini mengandung makna kepastian (pasti terjadi). Ini tidak berarti tugas dan tanggung jawab mereka sudah selesai. Tetapi dalam menantikan pemenuhan-Nya, umat bertanggungjawab membuat jalan yang lurus. Setiap lembah harus ditutup, bukit dan gunung harus diratakan, tanah yang berbukit-bukit harus diratakan, tanah yang berlekak-lekuk harus menjadi daratan. Selain itu penting juga bagi mereka untuk menyadari ketidak- kekalan manusia, seraya mengarahkan pandangan kepada Allah yang mereka kenal, yaitu Allah yang Maha Kuasa, tetapi sekaligus seperti Gembala yang menuntun dombanya pada kehidupan dengan penuh kasih.

Markus 1:1-8 Beberapa penafsir berpendapat bahwa Markus 1:1 merupakan judul dari seluruh Injil Markus dan memiliki gaya penulisan agak berbeda dengan 3 Injil lainnya. Dalam ketiga Injil lainnya selalu dimulai dengan proses pemberitaan tentang kedatangan Juru selamat dan setelah itu sampai pada pemberitaan, bahwa Yesus Kristus adalah Injil (Kabar Damai Sejahtera) sudah datang ke dalam dunia tetapi untuk meyakinkan para pembacanya, maka dalam ayat 2-3 Markus mengutip Keluaran 20:23 dan Maleakhi 3:1 serta Yesaya 40:3. Dalam ayat 4-8 dengan mengemukakan sejarah tentang Yohanes. Perjanjian Baru yang diungkap oleh Markus, adalah pernyataan tentang Yesus Kristus, Anak Allah (ay.1). Markus ingin secara langsung memaklumkan bahwa Firman Allah adalah kabar kesukaan yang patut dihayati dan disyukuri , karena ini adalah berita sukacita bagi dunia. Dialah Juruselamat yang diurapi dan Mesias yang dijanjikan. Dia adalah Anak Allah yang menjadi dasar yang kokoh bagi Injil.

2 Petrus 3:8-18 menjelaskan tentang pergumulan orang Kristen sehubungan dengan kedatangan Yesus, menjadi penting bagi penulis 2 Petrus, sebab jemaat sudah mulai bergumul dan mempertanyakan tentang hal itu. Pergumulan ini semakin berat, terutama karena menerima penjelasan bahwa kedatangan Kristus kembali sudah di pintu gerbang, sehingga orang percaya pun mulai diolok-olok. Sebab itu melalui 2 Petrus 3:8-18 Petrus menjelaskan sebagai berikut: Pertama, dalam ayat 1 penulis mengutip Mzm.90:4 dengan maksud memberikan pengharapan bagi jemaat Tuhan sekaligus merupakan jawaban atas penentang-penentangnya atas waktu kedatangan kembali Yesus Kristus. Menurut Mzm.90:4 “Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti giliran jaga pada waktu malam.” Tuhan mempunyai ukuran waktu yang berbeda dengan manusia. Dia yang menciptakan waktu dan karena itu tidak dibatasi oleh waktu. Tentu tidak sama dengan manusia yang diciptakan, yang telah terperangkap di dalam waktu. Artinya bukan masalah waktu yang penting, tetapi yang penting adalah bahwa kedatangan kembali Yesus Kristus adalah kepastian, dan tidak bisa diragukan. Dalam hal ini manusia bertanggungjawab menantinya di dalam kesabaran, ketaatan dan kewaspadaan. Waktunya berada dalam kedaulatan dan pengetahuan Tuhan. Kedua, dalam ayat 9, penulis 2 Petrus menjelaskan tentang keterlambatan kedatangan Yesus (parousia).

Bagi Petrus, keterlambatan kedatangan Yesus penting untuk disyukuri karena ini merupakan tanda kasih dan kesabaran Allah menunggu manusia untuk datang kepada pertobatan. Allah bukannya lalai, tetapi karena kita saja yang tidak sabar, dan tidak menyadari bahwa seharusnya waktu yang masih ada adalah satu kesempatan yang sangat berarti untuk terus bekerja dan memberitakan tentang pertobatan agar jangan seorang pun binasa. Ketiga, ayat 10-12 menjelaskan bahwa hari Tuhan akan datang seperti pencuri. Tidak ada seorang pun dapat menduganya, sebab datangnya secara tiba-tiba. Tanggung jawab orang percaya adalah menantinya dalam kewaspadaan.

Hari Tuhan akan mendatangkan kehancuran dan malapetaka, tetapi akan membawa keselamatan dan kehidupan kekal bagi orang percaya. Itu sebabnya pada ayat 13 dijelaskan bahwa hari Tuhan, bukan hanya berita tentang kebinasaan dan keselamatan, tetapi yang terpenting dari semua itu ialah hadirnya langit yang baru dan bumi yang baru di mana terdapat kebenaran (bnd. Yesaya 65:17; 66:22 dan Wahyu 21:5). Terlihat jelas, betapa hal terpenting di langit dan bumi yang baru, adalah kebenaran. Ayat 14-18 memuat nasihat-nasihat penulis. Orang percaya dinasihati, agar waspada dalam menantikan keselamatan, bumi yang baru dan langit yang baru, sehingga tidak kedapatan bercacat dan bernoda di hadapan-Nya. Bahkan Petrus mengulangi apa yang telah ditulisnya dalam ayat 9, tentang kesabaran Allah agar jangan terseret ke dalam kesesatan orang. Sebab rupanya ada ajaran salah yang sedang berkembang dalam jemaat dari aliran Gnosis bahwa kedatangan kembali Yesus Kristus sudah di ambang pintu.

Korelasi Bacaan

Pergumulan dan penantian adalah dua kata yang membuat manusia kecewa atau bersabar. Keempat bacaan kita berbicara tentang pergumulan karena beragam hal. Tetapi Allah adalah jalan keluar yang pasti. Namun seluruh bacaan tegaskan, bahwa kelepasan pasti datang. Penantian itu akan segera berakhir. Langit yang baru dan bumi yang baru akan datang dengan segala kebenaran yang ada di sana. Yang dibutuhkan adalah menanti dalam keyakinan dan kewaspadaan, agar kedapatan tak bercacat dan tak bernoda pada hari Tuhan.

Pokok-pokok pengembangan khotbah

Pergumulan dan penantian adalah dua hal yang sangat melelahkan. Kedua kata ini dapat menghasilkan dua hal yaitu putus asa dan pengharapan. Putus asa karena pergumulan yang dihadapi sepertinya tiada akhir, dan karena itu sudah tidak sabar dalam penantian. Ataukah pengharapan karena ia melihat pergumulan ini pasti ada akhirnya, pasti ada pengalaman dan pelajaran, sehingga dengan tekun menantikan saat di mana semuanya akan berakhir. Badai pasti berlalu itulah kata orang yang hidup dalam pengharapan.

Pandemi covid 19 telah memberi banyak pengalaman dan pelajaran. Virus corona telah mengakibatkan banyak manusia menderita. Bahkan manusia pada umumnya dihinggapi kekhawatiran dan ketakutan. Tetapi selain itu, kita diajar untuk bersabar tinggal di rumah, menerima apa adanya dalam keluarga kita, sambil sebagai keluarga kita punya kesempatan untuk berkomunikasi satu dengan yang lain, bergumul dengan Allah dan menantikan hari pembebasan dari virus corona.

Pergumulan yang sama juga dialami oleh pemazmur 85, dan bangsa Israel di dalam pembuangan. Tetapi pergumulan bagi orang percaya bukan tanpa akhir. Yesaya mengumandangkan hari penyelamatan dan pembebasan. Pembebasan Israel dari Babel telah berlangsung, tetapi pembebasan menyeluruh menurut Yesaya masih perlu dinantikan dengan kesabaran. Injil Markus pun sudah menandaskan bahwa Yesus Kristus yang lahir adalah Injil (berita kesukaan), karena di dalam Kristus ada kehidupan baru. Berita kedatangan Injil dan hidup baru telah mengakhiri pergumulan dan penantian kita. Inilah sebabnya dengan sadar kita mempersiapkan diri kita untuk merayakan kedatangan Kristus ke dalam dunia. Tetapi ternyata pergumulan dan penantian belum berakhir. Kedatangan kembali Yesus Kristus untuk memproklamirkan kerajaan-Nya, kita terus nantikan dengan sukacita. Tetapi dalam penantian ini ternyata ada tantangan yang harus dihadapi. Sebab itu Petrus menjelaskannya dalam 2 Petrus 3:8-18.

Kedatangan kembali Yesus Kristus, menjadi pergumulan berat bagi para pembaca surat 2 Petrus. Pergumulan ini semakin berat karena ada aliran yang sudah mulai mengajarkan bahwa hari Tuhan sudah di ambang pintu. Ajaran ini mulai menggelisahkan jemaat Tuhan. Tetapi Petrus menjelaskan bahwa penentuan waktu Tuhan berbeda dengan penentuan waktu manusia. Bila berita tentang kedatangan kembali Yesus Kristus dianggap kelalaian, maka pendapat seperti itu salah. Sebab waktu yang terbentang antara kenaikan Kristus ke Sorga dan kedatangan-Nya kembali harus dipahami sebagai waktu kesabaran Allah. Sebab itu dalam menantikan hari Tuhan tetaplah waspada. Kewaspadaan ini harus diwujudkan melalui hidup yang benar, agar pada waktunya kedapatan tidak bernoda dan tidak bercacat di hadapanNya. Pilkada di berbagai daerah di Indonesia ada di depan mata. Pastikan diri kita terus hidup dalam kebenaran. 


Diposting tanggal 30 Nov 2020

Daftar Artikel

Hal pertama yang segera memaksa saya mengernyitkan kening ketika berhadapan topik ini adalah pilihan.....

Selengkapnya ..

Dewasa ini berkembang optimisme bahwa problematika perjumpaan sains dan teologia tidak hanya melulu .....

Selengkapnya ..

Dan tekad itu barulah mendapatkan bentuk politiknya sebagai suatu bangsa yang merdeka pada tanggal 1.....

Selengkapnya ..

Apa yang menjadi reaksi Anda ketika mendengar ada orang yang berusaha membunuh Anda? Mungkin takut,c.....

Selengkapnya ..

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak luput dari berbagai situasi yang menyakitkan, menjengkelkan .....

Selengkapnya ..

Rasa malu karena berdosa ini pula yang dicari Daniel di antara bangsanya. ”Ya Allah, engkaulah.....

Selengkapnya ..

Seandainya di Indonesia, saat itu Daniel memegang jabatan rangkap yaitu -sebagai Menteri Dalam Neger.....

Selengkapnya ..

Rasa takut nenek moyang kita (orang Toraja) terhadap deata-deata melebihi kepatuhan dan rasa hormat .....

Selengkapnya ..

Sebagai umat Tuhan yang telah menjadi milik-Nya melalui karya penebusan Yesus Kristus, kita dipangg.....

Selengkapnya ..

Kristus memperoleh dan memiliki kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam Kristus kita mati d.....

Selengkapnya ..

Kekuatan hidup dan mati ada di lidah. Kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang &a.....

Selengkapnya ..

Di tengah-tengah lonceng besar tersebut, ternyata ada seorang wanita tua yang menjepit bola di dalam.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...