Senin, 9 September 2019 1 Timotius 3:14-16 HIDUP DALAM KETAATAN SEBAGAI KELUARGA ALLAH (Tuo lan kamengkaolan susi taunna Puang Matua)
Senin, 9 September 2019 1 Timotius 3:14-16
HIDUP DALAM KETAATAN SEBAGAI KELUARGA ALLAH
(Tuo lan kamengkaolan susi taunna Puang Matua)
Konon, perceraian adalah salah satu kasus yang cukup sering di tangani di pengadilan. Tidak sedikit di antara mereka yang berstatus sebagai keluarga Kristen. Ini tentu menyedihkan mengingat ikatan pernikahan kristen di bangun atas komitmen bergumul dan berjuang bersama mengembangkan karunia yang Allah berikan. Bukankah setiap keluarga harus menjalani komitmen ini sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan? Lalu, siapa yang mau disalahkan.
Surat yang di kirim Paulus kepada Timotius memperlihatkan bahwa peran seorang gembala tetaplah penting. Secara moral seorang gembala selalu merasa bertanggung jawab menolong orang-orang percaya hidup sebagai keluarga-keluarga Allah (ay.14). Hanya saja, ini tidak serta merta meletakkan semua beban dan solusi pada gembala. Seperti yang di katakan oleh Paulus, kalaupun dia tidak sempat, sesungguhnya orang-orang percaya sudah tahu bagaimana seharusnya hidup sebagai keluarga-keluarga Allah (ay.15). Rahasianya terletak dalam Yesus Kristus (ay.16).
Keluarga Kristen tidak selalu kebal terhadap persolan, baik dari dalam maupun dari luar. Karena itu dalam situasi ini peran Majelis Gereja sangat menolong. Kalaupun tidak, setiap keluarga perlu menyadari bahwa ikatan keluarga Kristen di bangun atas janji penyertaan Allah. Setiap keluarga Kristen sudah tahu bahwa Allah dalam Yesus Kristus telah memperlengkapi dan menopang mereka ketika menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dalam kesadaran inilah keluarga Kristen terus dimungkinkan hidup sebagai keluarga-keluarga Allah. Amin
Diposting tanggal 03 Sep 2019
