Minggu, 27 Oktober 2019 Yoel 2:18-22 MENIKMATI BUAH PEMULIHAN DAN PERTOBATAN (Umperasai buanna katilendokan sia kapengkatobaran)
Minggu, 27 Oktober 2019 Yoel 2:18-22
MENIKMATI BUAH PEMULIHAN DAN PERTOBATAN
(Umperasai buanna katilendokan sia kapengkatobaran)
Hubungan TUHAN dan umat-Nya di warnai dengan berbagai dinamika. Pada satu sisi, Tuhan selalu menawarkan rahmat. Di sisi lain, manusia sering kali memberontak kepada Tuhan. Persis inilah yang di alami oleh umat Tuhan dalam bacaan kita hari ini. Umat TUHAN menyimpang dan memancing kemarahan Tuhan hingga membuat nabi Yoel mesti turun tangan dan memohon agar umat itu mau berbalik kepada Tuhan. Berbalik kepada TUHAN inilah yang kemudian kita kenal sebagai pertobatan. Kita berbalik dari jalan yang tadinya menjauhi Tuhan, menuju jalan yang semakin dekat ke arah TUHAN.
Beruntung, Nabi Yoel berhasil mengajak umat-Nya untuk berbalik kepada TUHAN, sehingga di katakan bahwa TUHAN menyesal atas hukuman yang telah Ia berikan, sebab ia sesungguhnya penyayang, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia (ay.13). Bahkan, Tuhan berjanji akan menyuplai kembali kebutuhan-kebutuhan dasar yang umat-Nya perlukan. Di sini kita melihat pemulihan. Di dalam hubungan yang pulih, ada restorasi. Buah pertobatan adalah restorasi itu sendiri: sesuatu yang rusak dibangun kembali, seperti bentuknya yang semula, atau bahkan lebih baik. Dalam restorasi, rasa malu karena dosa diubahkan, sama seperti TUHAN berjanji kepada umat-Nya, “...umat-Ku tidak akan malu lagi untuk selama-lamanya...”.
Sebagai manusia, karena satu dan lain hal, kadang kita terkejut mendapati diri kita berjalan menjauh dari TUHAN. Tidak selalu karena keinginan kita. Lalu, kita mungkin menjadi malu karenanya. Tapi seperti kata nabi Yoel, baiklah kita berbalik kepada Tuhan, tidak ada kata terlambat, karena Dia adalah Tuhan yang welas asih, dan hidup kita pasti dipulihkan-Nya. Amin
Diposting tanggal 16 Oct 2019
