Bahan Khotbah Minggu ke- 43 Tanggal 27 Oktober 2019 MENIKMATI BUAH PEMULIHAN DAN PERTOBATAN (Umperasai Buanna katilendokan sia Kapengkatobaran)
Bahan Khotbah Minggu ke- 43 Tanggal 27 Oktober 2019
MENIKMATI BUAH PEMULIHAN DAN PERTOBATAN
(Umperasai Buanna katilendokan sia Kapengkatobaran)
| Bacaan Mazmur | : Mazmur 84:1-7 |
| Bacaan 1 | : Yoel 2:23-32 (Bahan Utama) |
| Bacaan 2 | : 2 Timotius 4:6-8,16-18 |
| Bacaan 3 | : Lukas 18:9-14 |
| Nas Persembahan | : Mazmur 119:108 |
| Petunjuk Hidup Baru | : Lukas 18:14 |
Tujuan:
1. Warga jemaat mengerti arti pemulihan dan pertobatan.
2. Warga Jemaat senantiasa menghidupi pertobatan dalam hidup setiap hari.
Penjelasan Teks
Mazmur 84:1-7 menjelaskan tentang pemazmur yang merindukan kediaman Tuhan. Kediaman Tuhan menjadi tujuan ziarah kehidupan. Hidup sepertinya tak berarti tanpa berada dalam rumah Tuhan.
Yoel 2:23-32 menjelaskan pertobatan yang membawa berkat. Allah memulihkan kehidupan umat-Nya yang hidup dalam pertobatan. Ayat 23 mengatakan “Hai bani Sion bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena Tuhan Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dulu. Keadilan Allah yang dinyatakan sesuai dengan kesetiaan Tuhan terhadap umat oleh karena perjanjian. Dengan adilnya juga berarti dengan ukuran tepat umat kembali dalam relasi dengan Tuhan. Ayat 25: “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis belalang pindahan”. Hal ini sebagai pemulihan dari hukuman sebagaimana dalam Yoel 1:4 yakni apa yang ditinggalkan belalang penggerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belelang pelahap. Ayat 26 menekankan janji kepada umat yang telah bertobat dan kembali kepada Allah. Makan dengan kenyang sebagai gambaran dari berkat dan penyertaan Tuhan. Tidak akan malu lagi sebagai tanda bahwa Tuhan akan menjadi pembela mereka.
2 Timotius 4:6-8, 16-18 menekankan kesetiaan yang membawa mahkota kehidupan. Bagian ini merupakan kesaksian Paulus mengenai dirinya. Ayat 6: “Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan”. Dalam tradisi Yahudi dan bangsa-bangsa di sekitarnya, ada kebiasaan mencurahkan anggur, air atau minyak di atas korban persembahan. Bagi Paulus hidupnya yang disimbolkan dengan darahnya menjadi persembahan kepada Tuhan. Hal itu menjadi lebih kongkret dalam ayat 7 bahwa “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”. Ini merayakan penegasan Paulus tentang kesetiaannya dalam menjalani hidupnya sebagai buah dari pertobatannya. Yang menjadi keyakinan imannya ialah bahwa janji Allah akan mahkota kehidupan akan segera menjadi miliknya. Ayat 8: “Telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan Tuhan”. Paulus tetap setia kepada Tuhannya dan Injil yang dipercayakan kepadanya, maka Roh Kudus bersaksi kepadanya bahwa persetujuan Allah dan "mahkota kebenaran" tersedia bagi dia di sorga.
Lukas 18:9-14 menggambarkan bahwa kesombongan tidak menghasilkan apa-apa. Yesus memberikan pengajaran lewat sebuah perumpamaan. Orang selalu mengandalkan perbuatan baiknya, seperti orang Farisi yang mendaftarkan perbuatan-perbuatannya yang dia anggap baik. Orang yang berpusat pada dirinya, mengandalkan dirinya (ay. 11,12). Berbeda dengan pemungut cukai yang merasa tidak layak. Hal itu ditunjukkan dengan berdiri jauh-jauh bahkan tidak berani menengadah ke langit atau tidak berani mengangkat mukanya. Dia memohon pengasihan Allah karena mengakui dirinya sebagai orang yang berdosa dan tidak layak. Dari dua gambaran itu, Yesus secara tegas menyatakan bahwa pemungut cukai pulang sebagai orang yang dibenarkan Allah. Dia memperoleh kasih karunia Allah. Pemulihan itu semata-mata anugerah Allah yang harus diterima dengan kerendahan hati.
Korelasi bacaan
Pemulihan atau pengampunan yang disediakan Tuhan,yakni yang disambut dengan pertobatan dan kerendahan hati, akan mendatangkan berkat dan memberi mahkota kebenaran.
Pokok-pokok pengembangan khotbah
-
Allah menyediakan pengampunan dan pemulihan sebagaimana yang disaksikan oleh nabi Yoel. Umat yang telah hidup dalam pertobatan, dipulihkan oleh Allah. Berkat dan pembelaan diberikan Allah sebagai wujud dari pemulihan bagi umat-Nya. Sebagai orang-orang yang telah percaya dan menerima karya keselamatan sebagai penggenapan janji Allah, maka kita perlu menghidupi pertobatan sehingga pemulihan akan kita nikmati dalam hidup setiap saat.
-
Pertobatan itu harus terwujud dalam kesediaan kita hidup seturut dengan kehendak Tuhan, dan menjadikan kesempatan hidup sebagai pertandingan iman sebagaimana yang Paulus nyatakan dalam hidupnya. Mahkota kehidupan hanya tersedia bagi mereka yang setia dan tekun hidup dalam pertobatan.
-
Pemulihan tidak akan pernah kita alami ketika kita masih berpusat pada diri sendiri dan menganggap perbuatan baik yang kita lakukan sebagai alasan Allah untuk membenarkan kita. Pemulihan yang Allah sediakan itu hanya karena kasih karunia-Nya, sehingga hal itu perlu disambut dengan penuh kerendahan hati. Kita sungguh tidak layak di hadapan-Nya, tetapi Dialah yang telah membenarkan kita.
Diposting tanggal 21 Oct 2019
