Jumat, 25 Oktober 2019 2 Timotius 3:10-15 PENDERITAAN ADALAH UJIAN (Ia tu Kamaparrisan misa’ petoba)
Jumat, 25 Oktober 2019 2 Timotius 3:10-15
PENDERITAAN ADALAH UJIAN
(Ia tu Kamaparrisan misa’ petoba)
Penderitaan adalah persoalan eksistensial bagi manusia. Setiap kali penderitaan hadir, saat itu pula kita tidak kuasa menahan pertanyaan, “mengapa?” banyak orang termasuk filsuf dan teolog, berusaha memecahkan misteri penderitaan dengan berusaha mencari jawaban atas pertanyaan itu. Sayangnya tidak ada jawaban yang sungguh-sungguh memuaskan.
Paulus tidak mau repot dengan pertanyaan seperti itu. Ia menerima penderitaan sebagai sebuah realitas yang harus di hadapi dalam pemberitaan injil. Ia telah menderita di berbagai tempat karena Injil (ay.11). Karena itu, Paulus lebih memberi perhatian pada bagaimana bisa bertahan dalam pemberitaan Injil di tengah berbagai penganiayaan dan tekanan. Dia mengeser pertanyaan dari “mengapa?” kepada “bagaimana?” Ia mengingatkan Timotius bahwa si jahat tidak akan tenang melihat pemberitaan Injil. Mau tidak mau dia harus kuat menghadapi penderitaan itu. Caranya adalah dengan berpegang pada kebenaran dan berpedoman pada kitab suci (ay.14-16). Inilah solusi Paulus bagi Timotius dalam menghadapi penderitaan karena Injil.
Orang-orang percaya sebagai pemberita-pemberita Injil akan terus berhadapan dengan ancaman dan aniaya. Bentuknya bisa dalam berbagai cara. Karena itu, teruslah berpegang pada kebenaran dan berpedoman pada Firman Tuhan. Dua hal ini akan membuat kita kuat dalam iman sekalipun dalam tekanan dan penganiayaan. Amin
Diposting tanggal 16 Oct 2019
