Senin, 30 Juli 2018 Mazmur 37:12-20 KETIKA ALLAH TERTAWA
Senin, 30 Juli 2018 Mazmur 37:12-20
KETIKA ALLAH TERTAWA
Pernahkah kita mendengar Allah tertawa? Adakah yang lucu dalam penglihatan-Nya atau pendengaran-Nya sehingga Dia tertawa? Bagi kita, kita akan tertawa ketika mendengar cerita, melihat ekspresi yang menggelikan atau tertawa karena kegembiraan yang dialami. Lalu bagaimana dengan Tuhan? Apa yang membuat-Nya tertawa?
Pemazmur mengungkapkan bahwa Allah tertawa ketika melihat orang fasik merancangkan yang jahat dan mengabaikan bahwa waktu hidupnya adalah terbatas dan ada dalam kuasa Allah, bukan pada dirinya. Jika Tuhan tertawa sesungguhnya sebuah ekspresi yang menyayangkan tindakan manusia yang tahu hidupnya sangat singkat tetapi tetap berkanjang dalam dosa. Penting untuk selalu diingat bahwa Allah menciptakan kita dalam patron-Nya supaya kita memuliakan-Nya dan bukan untuk menjadi bahan tertawaan. Dalam hal ini pemazmur meyakinkan kita bahwa orang yang memuliakan Tuhan, hidupnya dan keturunannya dipeliharakan-Nya tetapi sebaliknya orang-orang yang menempuh kefasikan dalam waktu hidupnya yang terbatas ini akan menuju kepada kebinasaan.
Adalah bijak untuk terus memaknai hari hidup yang terbatas yang dianugerahkan-Nya untuk orang-orang benar, ketimbang menempuh jalan orang fasik yang menuju kebinasaan. Karena itu, hiduplah dengan mengandalkan Tuhan dan jangan menjadi bahan tertawaan dari orang lain karena kita melakukan kejahatan. Tetapi jadilah pribadi yang di banggakan dan membanggakan orang lain karena selalu hidup dekat dan hormat kepada Tuhan. Amin
Daun tallang ma’neko-neko?(lila)
(Karume by Th.Palimmi’)
Diposting tanggal 24 Jul 2018
