Kamis, 16 Agustus 2018 Yohanes 6:8-15 MENGAPA SERBA TERBATAS?
Kamis, 16 Agustus 2018 Yohanes 6:8-15
MENGAPA SERBA TERBATAS?
Orang yang dekat dengan Tuhan, tidak jarang sangsi tentang Tuhan dan pemeliharaan-Nya. Ketika Musa berjalan bersama enam ratus ribu orang Israel dari tanah Mesir menuju tanah terjanji, ia sangsi tentang cara Tuhan mencukupi kebutuhan pokok umat-Nya (lih. Bil. 11:21-2). Soal makan, Musa berkata kepada Tuhan, “... dapatkah ditangkap segala ikan di laut, sehingga mereka mendapat cukup?”
Andreas, murid Yesus, juga sangsi mengenai hal yang sama. Di tengah ribuan orang, Andreas menyadari keberadaan seorang anak dengan roti dan ikannya, namun bagi Andreas, apakah artinya lima roti dan dua ikan bagi begitu banyaknya orang yang sedang bersama-sama dengan mereka? Apalah artinya sedikit makanan yang berasal dari seorang anak? Memang, identitas anak ini tidak dijelaskan, namun mengapa seorang anak yang dimunculkan, dan bukan orang dewasa? Dapatkah kita berbesar hati untuk menerima bahwa seorang anak dapat menjadi sumber pertolongan bagi banyak orang? Mengapa dalam kisah menghidupi banyak orang, pertolongan datangnya bukan dari pihak-pihak yang gagah perkasa nan berkuasa, melainkan dari pihak-pihak yang paling terakhir diperhitungkan: seorang anak, seorang janda, burung gagak, dll.
Sumber terbatas, dari orang yang terbatas, hasilnya belum tentu terbatas. Mungkin inilah kata-kata yang tepat untuk meringkaskan pembacaan kita hari ini. Sering terjadi, yang terbatas sesungguhnya hati dan pikiran kita, sehingga kita melihat sumber daya dan berkat-berkat tampak serba terbatas. Seringkali kita merasa terbatas dilingkungan orang-orang yang menurut kita jauh lebih mampu dalam banyak hal, padahal Tuhan bisa saja mengubah segalanya jika Dia mau menggunakan kehidupan kita yang menurut kita terbatas. Tetaplah yakin akan hidupmu dalam kebenaran. Amin
Diposting tanggal 09 Aug 2018
