Jumat, 17 Agustus 2018 Yohanes 6:25-31 IKAN KECIL MENCARI LAUT
Jumat, 17 Agustus 2018 Yohanes 6:25-31
IKAN KECIL MENCARI LAUT
Dalam sebuah bukunya, Anthony de Mello mengisahkan tentang ikan kecil: “...Maaf kawan…, kata seekor ikan laut kepada seekor ikan yang lain. “…Anda lebih tua dan lebih berpengalaman daripada saya. Di manakah saya dapat menemukan laut? Saya sudah mencarinya di mana-mana, tetapi sia-sia saja!”
Orang banyak terus mencari Yesus setelah mukjizat yang Ia lakukan, yakni memberi makan lebih dari lima ribu orang. Sayangnya, mereka mencari-cari Yesus hanya karena penasaran ingin melihat mukjizat selanjutnya. Oleh karena itu, ketika mereka menemukan Yesus di seberang laut, di sebuah rumah ibadah, mereka bertanya, “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Mereka menduga bahwa Yesus tiba di sini dengan cara yang ajaib, sebab Yesus tidak ikut naik ke perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Mereka tidak mengetahui bahwa Yesus memang tiba di sana dengan cara yang ajaib, yakni berjalan di atas air. Yesus tidak langsung menjawab pada pokok pertanyaan, sebab Ia tahu, mereka hanya ingin melihat mukjizat-mukjizat tanpa belajar bahwa mukjizat yang dilakukan-Nya merupakan tanda-tanda bahwa Dia adalah Yang Diutus oleh Allah. Alih-alih menjawab pertanyaan mereka, Yesus justru mengarahkan pada suatu perbincangan tentang apa yang dikehendaki Allah, yaitu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah. Dia yang diutus Allah sesungguhnya telah ada di hadapan mereka.
Tentang mencari Yesus dan apa yang dikehendaki Allah, kita sering menjadi sama seperti ikan kecil di atas, yang terus mencari laut, padahal ia sudah di dalamnya. Tentang apa yang dikehendaki Allah, sering sudah tampak di hadapan kita, tetapi kita menolaknya dan terus mencari di tempat lain.
Diposting tanggal 09 Aug 2018
