Selasa, 14 Agustus 2018 1 Raja-raja 17:7-16 MENOLONG DENGAN CARA-CARA YANG ANEH
Selasa, 14 Agustus 2018 1 Raja-raja 17:7-16
MENOLONG DENGAN CARA-CARA YANG ANEH
Dalam masyarakat kita, janda sering menjadi bahan olok-olokan atau bahan gosip. Bayangkanlah jika seorang Janda mendapat tamu seorang laki-laki seperti Elia, dan menyediakan makanan baginya selama beberapa waktu, pastilah seisi kampung atau seisi kota akan heboh memperbincangkannya.
Dalam teks-teks Perjanjian Lama, janda dan anak yatim dikisahkan sebagai anggota masyarakat yang lemah dan rentan. Oleh karena itu, Allah sering tampil sebagai Raja atau Hakim yang berdiri memperjuangkan keadilan bagi mereka (band. Maz. 86:6). Dalam teks yang kita baca hari ini, Tuhan memeliharakan kehidupan seorang janda dan anaknya melalui Elia. Menariknya, Elia tidak sedang dalam keadaan “ber-ada” untuk menolong janda itu. Sesungguhnya, dialah yang sedang perlu bantuan makanan. Tuhan menolong dengan cara-cara aneh, yang tidak terselami oleh pikiran kita dan bahkan cenderung melawan logika kita. Tuhan bisa saja mengirim Elia pada seorang yang kaya, tetapi mengapa ia justru mengirimnya pada seorang janda berkekurangan? Karena dengan satu cara itu, sesungguhnya Tuhan mengerjakan dua hal sekaligus: (ayat 1) Tuhan tampil sebagai Raja yang memperjuangkan kehidupan sang janda, dengan memberkati tepung dalam tempayan, juga minyak dalam buli-bulinya; (ayat 2) Tuhan tampil sebagai pelindung bagi hamba-Nya, Elia.
Dalam pembacaan dan perenungan kita hari ini, kita diingatkan untuk mengubah pola pikir kita tentang pertolongan. Selama ini, kita berpikir, yang bisa menolong hanyalah orang yang memiliki sumber yang cukup atau bahkan lebih. Namun sesungguhnya, pertolongan bisa datang dari mana saja, asal kita tidak menganggap kecil orang lain dan potensi yang dimilikinya, termasuk para janda dan yatim. Amin
Diposting tanggal 09 Aug 2018
