Selasa, 30 Juni 2020 Kejadian 22:9-19 MENGORBANKAN HARTA YANG BERHARGA Umpemalaran eanan mandu Keangga’
Selasa, 30 Juni 2020 Kejadian 22:9-19
MENGORBANKAN HARTA YANG BERHARGA
Umpemalaran eanan mandu Keangga’
Satu kisah nyata: satu keluarga kedatangan beberapa orang tamu yang saat itu akan bermalam di rumah mereka. Keluarga tersebut ingin menyediakan makanan yang dianggap spesial bagi tamunya. Namun mereka hanya punya induk ayam dengan anak-anaknya yang masih kecil. Keluarga tersebut merelakan induk ayam dipotong untuk menjadi menu malam itu. Keesokan paginya, tamu terbangun karena suara anak ayam yang berisik yang sementara diberi makan oleh seorang anak di rumah itu. Seorang tamu bertanya kepada anak itu, kenapa ayamnya berisik nak? Mana induknya? Jawab anak itu: itu yang dimakan tadi malam.
Abraham berhadapan dengan pengorbanan yang jauh melebihi apa yang dikorbankan keluarga dalam kisah di atas. Sebagaimana perenungan kita kemarin bahwa Abraham itu orangnya taat pada perintah Tuhan. Bacaan hari ini membuktikannya. Ia rela kehilangan harta yang berharga karena ketaatannya pada Tuhan (ay.9-10). Namun karena kesungguhan dan ketaatannya itu, apa yang dianggap akan hilang selamanya justru mendatangkan berkat. Ketulusannya dipandang baik oleh Tuhan hingga ditambahkan kepadanya apa yang belum dimiliki sebelumnya (ay.13,16-18).
Mengorbankan sesuatu yang berharga dalam kondisi sulit, namun jika dilakukan dengan tulus pasti membuahkan kebaikan. Kita belajar dari kisah Abraham ini. Ia tidak terpaksa namun dengan tulus ia menyerahkan harta yang berharga. Dalam pelayanan, persekutuan dan dalam melakukan tanggung jawab terkadang kita harus berkorban. Karena itu, lakukanlah dan berikanlah pengorbanan itu dengan hati yang tulus maka pasti Tuhan memberikan yang jauh lebih baik. Amin
Diposting tanggal 26 Jun 2020
