JERIH PAYAHMU TIDAK SIA-SIA (1 Kor. 15 : 45 - 58)
Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia” Ayat 58b.

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah ibadah Natal, ada seorang ibu yang menangis di saat saya sedang berkhotbah! Setelah ibadah selesai, sang ibu datang menghampiri saya dan kemudian memberi penjelasan, bahwa ia menangis haru mengingat kebaikan Tuhan. Betapa tidak, ia adalah ibu yang harus membesarkan ketiga orang anaknya seorang diri. Sang suami yang menjadi tiang utama dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meninggal dunia di saat anak-anaknya masih duduk dibangku SMP dan SD.
Jikalau melihat ke masa lalu, ia tak pernah bermimpi ketiga anaknya bisa selesai kuliah! Ia hanya berusaha melakukan yang terbaik setiap hari dan terus membawa harapannya dalam doa pada Tuhan! Jika kini ia menangis haru, itu sebab satu hari sebelumnya, anaknya yang bungsu sudah menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi, menyusul kedua kakaknya yang sudah lebih dulu bekerja!
Keyakinan Paulus yang dikemukakan kepada jemaat di Korintus sesungguhnya ingin menjelaskan hal seperti ini. Kebangkitan Kristus ternyata memberi makna terhadap setiap jerih lelah umatNya. Kebangkitan Kristus merupakan sebuah jaminan, bahwa kesetiaan seseorang dalam berbuat baik dan hidup dalam pengharapan yang sungguh pada Tuhan, tidak akan pernah sia-sia. Memang ada saat menabur, ada saat menyiram dan ada saat untuk menanti. Namun dalam Tuhan, satu hal yang juga pasti, ialah akan ada saat menuai! Karena itulah, kepada jemaat di Korintus, Paulus menasehatkan, “...berdirilah teguh dan jangan goyah...”! Sesulit apapun hidup hari ini, tetaplah lakukan yang terbaik dengan penuh pengharapan! Kebangkitan Kristus memberi jaminan, jerih lelahmu tidak akan sia-sia!
Diposting tanggal 14 Apr 2016
