Apa Yang Tidak Dapat Dibeli Dengan Uang? (Nehemia 5:6-9)
Ternyata manusia pun dapat diperjualbelikan (a.8). Sungguh tragis, namun kenyataan ini hampir mewarnai kisah hidup semua bangsa yang telah mengenal budaya dagang. Manusiapun menjadi komoditi ekspor-impor pada zaman modern. Mungkin persoalan ini sudah dapat diminimalkan dengan berbagai undang-undang mengenai HAM. Namun kenyataan lain, yang diperjualbelikan sekarang adalah organ-organ tubuh. Semuanya dapat dibeli dengan uang. Ya, uang memang bukan segala-galanya tetapi bukankah segala sesuatu butuh uang?

“Apa yang tidak dapat dibeli dengan uang?” (Pdt.W. A. Criswell). Uang dapat membeli darah, jantung dan ginjal tetapi tidak dapat membeli nyawa. Dengan uang kita dapat membeli rumah mewah tetapi tidak dapat membeli keluarga. Uang dapat menebus segala hasrat namun tidak dapat membeli kehormatan jiwa. Bila saja, seluruh umat manusia berupaya menyatukan seluruh nilai harta, kekayaan dan segala sumber daya dunia ini, itu semua tidak akan cukup untuk membeli pengampunan dosa yang di karyakan Yesus. Segala kekayaan jagad raya ini tidak dapat membayar berkat terindah dari anugerah pengampunan sorgawi. Jangan pernah berharap dapat mengakumulasi harta untuk membeli sebuah tempat di sorga Allah.
Apa saja dapat dibeli secara paksa bila kita menghambakan diri pada uang (mamon), materi dan segala kenikmatan dunia (hedonisme) yang sesaat. Ayat 9, memberi pengajaran sederhana namun berkuasa; “Bukankah kamu harus berlaku dengan takut akan Allah kita...” Kepada Allah sajalah kita menghambakan diri kita agar kita dapat menunjukkan perilaku yang patut.
Allah sendiri menyatakan bahwa keselamatan dapat menjadi milik kita tanpa harus kita beli dengan uang. “Anugerah itu gratis, namun tidak murah”, itu kata Dietrich Bonhoeffer. Yang anda perlu lakukan hanyalah berserah dengan tangan hampa anda kepada Tuhan, seperti iman seorang anak kecil. (Yoh. 1:12).
Renungan: “Banyak siksaan timbul karena kehidupan bermewah-mewah dan tamak, dengan bermacam-macam tindasan dan kejahatan lain yang menyetainya. Aku merasa bahwa melalui kemewahan dan ketamakan itu benih-benih malapetaka dan kehancuran yang besar sedang ditabur dan bertumbuh dengan cepat ...” John Woolman (Quaker).
Diposting tanggal 18 Apr 2016
