Pendeta Juga Manusia (I Korintus 9:4-8)

Beberapa tahun yang lalu, seorang Pendeta muda di salah satu klasis terpencil  bercanda “saya akan melelangkan salah satu tempat kebaktian paling ujung barat dalam pelayanan saya termasuk gedung gereja dan majelisnya, siapa berminat ?”

Ungkapan pendeta muda tersebut mungkin menggelisahkan hati beberapa orang. Tentu ia tidak sungguh-sungguh bermaksud menjualnya. Ungkapan tersebut bukan sebentuk kekesalan ataupun kekuatiran terhadap beratnya pelayanan atau cukup tidaknya kebutuhan pokok.  Tanpa bermaksud mencocok-cocokkan, namun pernyataan retoris ini dapat dimaknai sama seperti ketika kita membaca perikop pembacaan, bandingkan ayat 4.

Pelayan gerejawi dalam situasi apapun keadaannya, tetap hadir sebagai makhluk insani dengan segala bentuk kekurangan, kelebihan, kebutuhan dan tanggungjawabnya. Kita keliru ketika memosisikan seorang pelayan sebagai malaikat yang nyaris sempurna. Malangnya, bila kita menganggap bahwa mereka hidup dari derma yang dimasukkan ke dalam pundi setiap minggu. Padahal, berkat yang ada pada diri kita adalah pemberian Allah bukan? Kehidupan pelayan asalnya dari Tuhan! Sama seperti umat yang lain. Tuhan yang menentukan limpahan berkat terhadap umat dan pelayan. Bukan semata-mata karena upaya diri sendiri saja! Oleh karena itu, bersyukurlah bila seorang pelayan di jemaat kita mampu mengembangkan kapasitas diri yang ada padanya. Ingat, setiap manusia dikaruniai talenta yang berlainan dan harus dikembangkan.

Pendeta muda tadi memiliki kharisma dan kemampuan untuk mengembangkan umat khususnya pemuda dalam dunia produksi rekaman, desain grafik, cipta lagu, tata dekorasi dan dikaruniai seorang istri dengan profesi medis. Karunia yang ada padanya dikembangkan dari suatu ‘pekerjaan biasa’ dan pada akhirnya bermuara pada pelayanan bagi umat Tuhan. Segala pekerjaan dan usaha yang dilakukan umat maupun pendeta dapat bermanfaat bagi persekutuan, jadi pelayan gerejawi pun perlu diberi ruang dan kesempatan yang luas untuk terus mengembangkan diri, karena segala upaya yang dilakukannya adalah bakti bagi Tuhan dan umat-Nya. Dalam situasi serba kurang, pengharapannya tidak susut. Ia tetap menyaksikan berkat Allah tetap melimpah dan selalu baru.

Sejatinya, tumpuan iman percaya kita adalah Tuhan, bukan pada diri pendeta! Jadi taruhlah pengharapan hanya pada Tuhan.

Bimbingan: Pahamilah pelajaran ini, bahwa jika anda harus melakukan pekerjaan seorang nabi, anda tidak memerlukan sebuah tongkat lambang kekuasaan, melainkan memerlukan cangkul.—Bernard dari Clairvaux.


Diposting tanggal 18 Apr 2016

Daftar Artikel

Roma 7:13-26 terbagi dalam dua bagian yaitu ayat 13-20, dan ayat 21-26. Pada bagian pertama, Paulus .....

Selengkapnya ..

Abraham berhadapan dengan pengorbanan yang jauh melebihi apa yang dikorbankan keluarga dalam kisah d.....

Selengkapnya ..

Abraham umpa’petiroanni umba susi tu kapatonganan lantuk. Tae’mo na tanga’i Abraha.....

Selengkapnya ..

Pemazmur menyampaikan ajakan untuk beribadah dengan menyampaikan alasan mengapa harus beribadah kepa.....

Selengkapnya ..

Iman sebesar biji sesawi diajarkan Tuhan Yesus. Iman sangat dibutuhkan dalam menghadapi penyesatan d.....

Selengkapnya ..

Ayat-ayat ini dengan jelas memperlihatkan bagaimana kedua prinsip perbuatan, yaitu "daging".....

Selengkapnya ..

Bahan Utama, yakni Kejadian 22:1-14 tampak sangat kaya untuk dilihat dari beragam sudut pandang. Seb.....

Selengkapnya ..

Perintah dalam perikop ini terutama berlaku untuk para rasul, namun prinsip rohani di dalammnya berl.....

Selengkapnya ..

Ibarat petinju, raja Daud menyadari bahwa lawannya tidaklah lebih kecil atau sebanding dengan kekuat.....

Selengkapnya ..

Passambayangna datu Daud tu tabasa ina’, umpa’petiroanni kumua iatu datu Daud, tae&rsquo.....

Selengkapnya ..

Raja Daud dalam seruan doanya kepada Tuhan memohon agar nyawanya dipelihara karena ia sedang dalam m.....

Selengkapnya ..

Yesus mengingatkan para murid bahwa bersaksi bagi Kristus adalah panggilan bagi setiap orang yang me.....

Selengkapnya ..

Cari Artikel

Kategori Artikel

Bahan renungan yang dapat dijadikan bahan Saat Teduh, disadur dari tulisan para pendeta Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Renungan Harian
Khotbah Pendeta-pendeta dalam Gereja Toraja
Tampilkan Artikel Khotbah
Humor Rohani yang dapat membuat anda tertawa dan disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Humor Rohani
Kisah dan cerita inspiratif yang dapat dijadikan ilustrasi dalam khotbah, disadur dari berbagai sumber
Tampilkan Artikel Ilustrasi
Tulisan, Uraian, dan teks-teks, diseputar masalah-masalah Teologia
Tampilkan Artikel Teologi
Buku-buku teologi dalam bentuk digital, yang dapat menambah wawasan berteologi.
Tampilkan Artikel Literatur Digital
Bahan-bahan Khotbah Ibadah Hari Minggu, Hari Raya Gerejawi dan Ibadah Rumah Tangga Gereja Toraja yang disadur dari Buku Membangun Jemaat
Tampilkan Artikel Membangun Jemaat

Artikel Terbaru

Membangun Jemaat

Bahan Khotbah Minggu Ke-50 ...

Yohanes 1:1-9; 19-28 menguraikan bahwa dalam ayat ...

Renungan Harian

Senin, 14 Desember 2020 E ...

Kadanna Puang nakua, batta’komi lan Puang si ...

Khotbah

Memuliakan Allah Dengan Ka ...

Dalam Injil Yohanes, waktu kematian itu adalah wak ...

Teologi

Gereja Toraja dan Misinya ...

Sebagai lembaga gereja yang cukup besar di daerah ...

Literatur Digital

Doa Sang Katak 1 ...

Meskipun hati manusia merindukan Kebenaran, tempat ...

Ilustrasi

Jangan Cepat Menghakimi .. ...

Sebenarnya Pemuda Kaya ini membeli sebuah karcis k ...

Humor Rohani

Doa Yang Tulus ...

Suatu hari seorang anak sekolah minggu dengan terg ...