Selasa, 3 September 2019 Titus 1:1-4 BELAJAR DARI PAULUS DAN TITUS (Melada’diomai Paulus sola Titus)
Selasa 3 September 2019 Titus 1:1-4
BELAJAR DARI PAULUS DAN TITUS
(Melada’diomai Paulus sola Titus)
Salah satu ungkapan yang sudah sangat umum dalam lingkungan orang-orang kristen adalah “saudara dalam Tuhan”. Sadar atau tidak ungkapan ini menjadi gambaran relasi orang-orang percaya yang melampaui ikatan ras bahkan ikatan darah. Lebih jauh lagi, orang-orang percaya di segala waktu dan tempat menyebut diri sebagai satu keluarga. Apa sesungguhnya yang mempersatukan seluruh orang percaya sehingga layak disebut sebagai satu keluarga? Untuk menjawab pertanyaan ini kita bisa belajar dari Paulus dan Titus.
Paulus adalah orang Yahudi, sedangkan Titus itu non-Yahudi. Tentu saja keduanya tidak memiliki pertalian darah. Latar belakang mereka pun sangat berbeda. Orang-orang Yahudi selalu menganggap bangsa lain kafir. Akan tetapi mereka justru memiliki hubungan yang sangat akrab. Paulus bahkan menyebut Titus sebagai anak (ay.4). Jika bukan pertalian ras atau darah, lalu apa yang membuat keduanya merasa sebagai keluarga? Surat Paulus kepada Titus meperlihatkan bahwa keduanya menemukan kebenaran yang hakiki dalam Yesus Kristus (ay.1), pengharapan yang sama akan janji Allah (ay.2), dan semangat untuk pemberitaan Injil (ay.3).
Inilah salah satu konsekuensi menjadi Kristen. Tidak penting warna kulit, model rambut, dan latar belakang sosial kita. Semuanya menjadi saudara dan keluarga dalam Tuhan. Sebagai satu keluarga, orang percaya di tuntun oleh Yesus yang atas-Nya keluarga ini dibangun. Semuanya di minta untuk selalu tergerak saling menopang satu dengan yang lain seperti yang dikerjakan oleh Paulus yang juga diharapkan dilakukan oleh Titus. Amin
Diposting tanggal 03 Sep 2019
