Sabtu, 7 Desember 2019 Yesaya 40:1-5 SUDAH BERAKHIR (Upu’mo)
Sabtu, 7 Desember 2019 Yesaya 40:1-5
SUDAH BERAKHIR
(Upu’mo)
Apa yang paling dinantikan seseorang yang sedang mengalami sebuah penderitaan? Terserah bagaimana pendapat anda, namun seorang yang mengalami penderitaan pasti sangat menantikan agar penderitaannya segera berakhir. Kemudian terucap lirih rintihan kepedihan dari bibirnya: “Ku tak sanggup lagi. Tak ada lagi daya yang tersisah. Kapan derita ini berakhir? Kapan? Kapan?”. Pada waktunya, yang dinantikan tiba. Datanglah berita menggembirakan dari sumber yang terpercaya. Penderitaannya akan segera berakhir. Ah, tentu kelegaan akan segera merasuk dalam seluruh ruang sanubarinya.
Bangsa Israel sudah puluhan tahun merasakan pahit getirnya berada di tanah pembuangan. Berada jauh dari tanah leluhur, mengalami derita perhambaan di negeri pembuangan Babel. Derita nestapa perhambaan yang sangat menyiksa. Hingga suatu ketika, datanglah berita sukacita. Berita penghiburan bahwa perhambaannya akan segera berakhir dan kesalahan sudah diampuni (ay.1-2). Akan terjadi kelepasan dari penderitaan. Kelepasan itu bersumber dari Tuhan. Maka ada seruan untuk segera mempersiapkan penyambutan datangnya kelepasan. Penyambutan lawatan kelepasan dari Tuhan sampai kemuliaan Tuhan dinyatakan (ay.3-5).
Tak seorangpun menginginkan penderitaan. Anak-anak hingga dewasa, masyarakat prasejahtera hingga kaya, dll semuanya tidak menginginkan penderitaan.Namun kenyataannya, seringkali penderitaan tak dapat kita tolak. Kita akui, memang berat menghadapinya dan Ingin derita itu segera berakhir. Karena itu tetaplah berpegang pada firman Tuhan, bahwa hanya Tuhan yang dapat mengakhiri penderitaan kita. Ketika Tuhan melakukannya, maka kita berucap: sudah berakhir. Amin
Diposting tanggal 04 Dec 2019
