Senin, 21 Oktober 2019 1 Korintus 6:1-11 SERAHKAN PERSOALAN PADA AHLINYA (Sorongi tu a’gammu lako tu to untarru’i)
Senin, 21 Oktober 2019 1 Korintus 6:1-11
SERAHKAN PERSOALAN PADA AHLINYA
(Sorongi tu a’gammu lako tu to untarru’i)
Saat ini pemerintah sangat serius menekan angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan. Salah satu programnya adalah proses kelahiran harus di tangani oleh tim medis. Ini di dasari keyakinan bahwa sering ada kasus pada proses kelahiran yang hanya bisa di tangani dengan tindakan medis. Jika tidak, resiko kematian sangat besar.
Paulus memperingati Jemaat di Korintus untuk berhati-hati sehingga tidak menjadi korban malpraktek. Rupanya, ada perselisihan di kalangan jemaat. Anehnya, mereka justru meminta pertimbangan dan nasehat dari orang-orang yang tidak takut akan Tuhan (ay.1-7). Paulus mengingatkan bahwa salah satu karunia bagi orang-orang percaya adalah hikmat untuk menimbang perkara. “Masakan tidak ada satupun orang berhikmat di antara kamu?” kata Paulus (ay.5). Lebih jauh, Paulus semakin keras menegur mereka. Mendapati orang-orang percaya berselisih satu dengan yang lain saja sudah sangat memalukan, apalagi meminta pertimbangan pada orang yang tidak takut akan Tuhan. Perselisihan dalam jemaat adalah kekalahan orang percaya (ay.7). Ia meminta mereka mengoreksi diri, saling menerima dan memaafkan, seperti Yesus telah mengampuni mereka (ay.11).
Perselisihan bukanlah kewajaran dalam kehidupan orang percaya. Karena itu, jika muncul perselisihan orang-orang percaya harus merespons dengan benar setidaknya dengan dua cara yakni: Pertama, carilah di dalam Jemaat orang yang kita percaya di karuniai hikmat untuk menimbang perkara. Kedua, lakukan instropeksi diri, dan berbesar hatilah untuk meminta maaf dan rendah hati untuk menyatakan maaf. Amin
Diposting tanggal 16 Oct 2019
