Rabu, 25 Desember 2019 Mazmu5 148:7-14 TERPUJILAH TUHAN (Puang dipakala’bi’)
Rabu, 25 Desember 2019 Mazmu5 148:7-14
TERPUJILAH TUHAN
(Puang dipakala’bi’)
Suatu hari ada sepasang suami istri yang baru selesai mengikuti ibadah perayaan natal di Gereja. Di tengah perjalanan, sang suami mengomentari jalannya kebaktian. Ia mengatakan bahwa alunan musiknya terlalu lambat, cantoria pun tidak bersemangat saat menyanyi, khotbahnya terlalu panjang, monoton pula dan banyak sekali komplain lainnya yang di sampaikan. Mendengar komentar itu, sang istri pun menyambut komentar suaminya dengan mengatakan “ya, tidak apa-apa pak, yang penting kita telah memberikan persembahan dan dapat berjumpa dengan orang lain sehingga mereka tahu kalau kita ada pergi kebaktian”. Sebenarnya apa motivasi kita dalam memuji dan memuliakan Tuhan?
Mazmur yang kita baca pada saat ini mengajak semua makhluk dan ciptaan di bumi memuji nama TUHAN, bahwa Tuhan layak di puji dan di tinggikan karena Dialah sang Pencipta. Manusia memuji Tuhan bukan untuk meninggikan dan menampilkan diri sendiri tetapi untuk memuliakan sang Agung yang adalah pemilik kehidupan kita. Jangan bertanya “untuk apa kita beribadah kepada Tuhan?” tetapi bertanyalah, sudahkah kita beribadah dan memuliakan nama Tuhan dengan ketulusan dan kejujuran diri kita? Jangan sampai kita beribadah justru untuk menampilkan keberadaan dan keakuan diri kita di hadapan orang lain apalagi di hadapan Tuhan.
Hari ini kita diajak menyambut kemuliaan Tuhan dengan mengatakan “Terpujilah Tuhan”. Pujilah Dia dengan sepenuh jiwa dan sambutlah kedatangan-Nya di dalam alam ciptaan-Nya yang telah diberikan kepada kita untuk kita gunakan memuliakan-Nya. Sambutlah kedatangan-Nya dan muliakanlah Dia dengan lantunan syukur karena kebesaran-Nya. Selamat hari natal. Amin
Diposting tanggal 13 Dec 2019
