Senin 26 Maret 2018 Yesaya 50:4-11 RENDAH HATI
Senin 26 Maret 2018, Yesaya 50:4-11
RENDAH HATI
“Rendahkanlah hatimu sampai di tempat yang paling rendah sehingga tak seorangpun yang dapat merendahkannya lagi, jika ada yang masih merendahkannya, itu berarti belum sampai pada titik terendah”
Bacaan Yesaya ini memaparkan bagi kita bagaimana seorang hamba yang setia dan rendah hati dalam hidupnya. Ia mengetahui Tuhan Allahlah Sang Pemberi (ay 4) dan untuk apa pemberian itu: lidah seorang murid supaya berkata-kata memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu, telinga yang dipertajam untuk mendengar layaknya seorang murid, punggung, pipi, muka untuk menanggung pukulan, pelecehan dan penistaan (ay 4b-6). Dengan mengandalkan Tuhan Allah hamba yang setia dan rendah hati, ini dapat menanggung semua kesengsaraan dan sama sekali ia tidak mendapat noda (ay.7). Ia dibenarkan oleh Tuhan Allah sehingga tak seorang pun manusia dapat berbantah dan menyatakannya bersalah (ay 7-9).
Inilah Tuhan kita Yesus Kristus, Hamba yang setia dan taat kepada Bapa-Nya. Ia telah merendahkan diri-Nya sampai di tempat yang paling rendah (bnd.Flp 2:6-11) dan Ia telah ditinggikan Allah mengatasi segala yang ada. Dialah teladan kita. Orang yang rendah hati adalah orang yang “tahu diri” dan tahu untuk siapa ia hidup. Masih adakah orang yang merendahkan Saudara? Periksalah mungkin saja karena orang itu kesukaannya adalah merendahkan orang lain atau karena anda saja yang belum meletakkan hati Anda sampai pada titik yang terendah. Amin
Diposting tanggal 19 Mar 2018
