PWGT SANGAT PENTING MEMBERI PERHATIAN TERHADAP KDRT DAN GRA
Kalau kita mengikuti berita dan kejadian mulai Januari sampai Juli 2019 di Tana Toraja dan Toraja Utara, begitu banyak masalah kekerasan yang terjadi baik itu berupa pelecehan seksual, pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tanngga, terjadi dan menghiasi berita selama ini. Melihat dari persoalan ini, tentu Persekutuan Wanita Gereja Toraja perlu mengambil peran yang lebih proaktif dan dinamis dalam rangka menyikapi persoalan ini dan juga dalam kerangka mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini terjadi dikemudian hari. Dan momen Semiloka kali ini amat penting dan strategis dalam kerangka membicarakan masalah tersebut. Kita selaku pengurus dan aktifis PWGT di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara yang hadir pada kesempatan ini perlu memperhatian dan memberi perhatian yang serius terhadap persoalan ini.
Hal tersebut diatas merupakan pokok pikiran yang disampaikan oleh Ketua III PP.PWGT Riorita Pakan, S.Kom dalam paparannya tentang sosialisasi UU KDRT dan pergumulan menyikapi apa yang terjadi di Tana Toraja dan Toraja Utara dalam kurun waktu tujuh bulan terakhir ini dan Semiloka Gereja Rama Anak yang dilaksanakan oleh Pengurus Pusat PWGT untuk wilayah II Rantepao dan Wilayah III Makale yang dilaksanakan di gedung Gereja Toraja Jemaat Sion Makale tgl. 2 Agustus 2019 diikuti hampir 200 orang PWGT dan beberapa Kaum Bapak.
Sosialisasi KDRT merupakan sebuah langkah pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah suatu tindakan tidak tercapainya kesetaraan, kemajuan dan perdamaian. Fenomena ini merupakan pelanggaran terhadap kemanusiaan. KDRT juga sangat menghambat terwujudnya orangtua atau keluarga yang ramah anak. Jadi dua topik yang dibahas dalam Semiloka ini yaitu KDRT dan Gereja Ramah Anak (GRA) merupakan dua hal sangat penting diketahui dan dipahami, karena jika masih terdapat KDRT tidak mungkin GRA bisa terwujud. Begitu juga sebaliknya, orangtua ramah anak juga mustahil terwujud, jika KDRT masih terjadi dalam suatu keluarga.
Generasi Masa Depan
Kalau kita berbicara tentang masa depan bangsa, maka kita perlu berbicara masa kini yaitu anak atau generasi, mereka adalah pemilik dan masa depan. Ungkapan ini ingin mengingatkan kepada kita betapa pentingnya generasi anak menjadi salah satu penentu masa depan bangsa. Hal ini tentu berlaku juga untuk perjalanan Gereja. Mengingat begitu pentingnya generasi anak, maka Pengurus Pusat Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PP-PWGT) menginisiasi pembinaan dalam bentuk: Seminar Gereja Rama Anak. Dalam konteks gerakan Gereja Rama Anak, peranan PWGT sangat penting, strategis dan berdampak luas. Untuk mewujudkan hal ini maka PWGT perlu berperan dalam mengimplementasikan terwujudnya Gereja Rama Anak. Pendidikan anak dimulai dari keluarga. Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pendidikan dan pembentukan anak. Oleh karena itu dalam Semiloka ini juga dipaparkan tentang pendidikan parenting (parenting education) yang disampaikan oleh Repelita Tambunan Kepala Biro Anak dan Wanita Persekutuan Gereja Gereja di Indonesia (PGI) untuk membelaki para orang tua, khususnya PWGT dalam mendidik anak.
Hal tersebut diatas diungkapkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PWGT) Dice Kondorura dalam sambutannya saat membuka kegiatan Semiloka. Semiloka ini didahului dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Okiwenty Kombong.
Diposting tanggal 07 Aug 2019
