Minggu, 29 Juli 2018 Kejadian 18:1-15 KETIKA SARA TERTAWA
Minggu, 29 Juli 2018 Kejadian 18:1-15
KETIKA SARA TERTAWA
Sebagai manusia yang adalah ciptaan, tentu menyadari bahwa banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ini diluar nalar, pikiran dan rencana kita, terlebih tindakan-tindakan yang sang pencipta lakukan. Jadi menjadi hal yang wajar, kalau ada hal yang didengar atau disaksikan lalu tidak masuk akal, kita menjadi tertawa tanda tak mengerti.
Demikian reaksi yang dimunculkan oleh Sara, ketika ia mendengar bahwa pada masa tuanya akan memperoleh seorang anak. Pikirannya sebagai manusia mendorongnya memberi respons berita yang ia dengar tidak akan benar-benar terjadi, sebab ia tidak produktif lagi dalam pandangan umum dan medis untuk mengandung dan melahirkan anak. Namun apakah yang mereka abaikan dari berita yang mereka dengar? Mereka sepertinya tidak sampai berpikir kalau yang hadir didepan mereka adalah Allah atau paling tidak para utusan Allah. Pikiran mereka terlalu orientasi diri dan bukan pada upaya merenungkan makna panggilan Allah atas hidup mereka.
Dalam pandangan manusia, mungkin kita memaklumi sikap Sara, namun dalam penghayatan iman akan kemahakuasaan Allah, maka akan selalu ada ruang dalam hati dan pikiran kita bahwa banyak hal yang tidak mungkin bagi kita tetapi bagi Allah semuanya menjadi mungkin? Jangankan mengaruniakan seorang anak bagi Abraham dan Sara pada masa tua mereka, ketika Allah menjadi manusia didalam Kristus, itu tidak mungkin bagi kita tetapi sangat mungkin bagi Allah. Karena itu, jalanilah hidup ini dengan penuh pengharapan kepada Allah, jangan menutup diri terhadap kuasa-Nya karena banyak tindakan Allah yang tak terselami terjadi dalam kehidupan kita. Amin
Ditiro na manaran disaile na marira? (talinga)
(Karume by Th.Palimmi)
Diposting tanggal 24 Jul 2018
