Kamis, 21 Juni 2018 Mazmur 9:2-8 AKU SUAP AYAH
Kamis, 21 Juni 2018 Mazmur 9:2-8
AKU SUAP AYAH
Pagi itu kami duduk bertiga untuk sarapan. Saya menyuap kedua anak kami yang masih kecil. Anak perempuan yang berumur empat tahun tiba-tiba mengambil sendok. “Ayah...saya lagi suap ayah!”. Saya pun menjawabnya, “Kenapa ayah disuap?” Dengan enteng, dia menjawab, “Kan aku suka dan senang kalau ayah suap, jadi sekarang saya yang suap ayah biar ayah juga senang!”. Mendengar jawabannya, saya membuka mulut dan dia menyuap saya. “Ayah senang?”, dia bertanya.
Pengalaman yang menyenangkan pasti membuat kita senang dan bahagia. Daud dalam hubungannya dengan TUHAN juga mengalami hal yang sama. Ia menghadapi musuh yang terlalu kuat, ia tidak dapat mengalahkannya. Namun TUHAN menyatakan kuasa-Nya. Daud bersyukur kepada TUHAN karena perbuatan-Nya yang ajaib kemudian bersukacita dan bergembira. TUHAN telah membela perkaranya (ayat 5) dan musuh-musuhnya yakni orang yang menentang kehendak-Nya dan menindas umat-Nya telah dihalau dari hadapannya (ayat 6). Dengan kekuatannya, Daud tidak bisa berbuat apa-apa namun TUHAN telah menyatakan pertolongan-Nya. Dan TUHAN yang menopang Daud adalah TUHAN yang kekal, yang bersemayam di tahta-Nya dan tetap menjalankan penghakiman kepada segala bangsa (ayat 8).
Anak perempuan kami senang disuap namun ia juga mau menyenangkan saya. Ia dengan senang menyuap nasi buat saya. Demikian juga Daud. Ia bersyukur karena kemurahan TUHAN. Efek dari ungkapan syukurnya ialah kegembiraan yang meluap dalam hidupnya. Pergumulannya telah diselesaikan TUHAN sehingga hidupnya aman dalam tangan kasih-Nya. Ia menjalani hidup bukan dengan beban berat tetapi pertolongan TUHAN yang nyata.
Bersyukur dan bergembira adalah menu rohani setiap hari.
Diposting tanggal 17 Jun 2018
